Akhir-akhir ini banyak isu tentang kenaikan pajak makanan atau minuman kemasan yang punya kandungan gula yang tinggi. Menurut Minto kalau hal ini terjadi, misi untuk menekan jumlah kematian tertinggi karena diabetes pasti akan terwujud. Walaupun timing-nya termasuk terlambat tapi ini hal yang bisa kita apresiasi.
Gula memang sudah jadi sahabat lama kita yang punya kecenderungan konsumsi makanan atau minuman instan. Mulai dari kue manis hingga minuman bersoda, dimana-mana gula selalu ada. Tapi kamu tau nggak sih, kalau di industri makanan atau minuman instan gula punya banyak nama lain. Di sini Minto akan jelasin lebih lanjut mengenai perbedaan macam-macam gula yang bisa kamu temui di berbagai kemasan.
Perbedaan Macam-macam Gula pada Kemasan Makanan
Gula memang kita butuhkan. Dalam bentuknya yang paling sederhana, gula atau bisa kita sebut sebagai glukosa berperan sebagai sumber energi utama bagi tubuh kita. Ketika glukosa diserap oleh tubuh akan menjadi bahan bakar utama bagi otak dan otot kita bekerja. Selain itu, gula juga dipercaya bisa meningkatkan hormon dopamin yang berfungsi sebagai peningkat mood yang baik untuk tubuh kita.
Namun, mesikpun gula memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh, konsumsi gula yang berlebihan juga nggak baik bagi tubuh karena berdampak buruk pada kesehatan. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes dan gangguan kardiovaskular. Ini yang harus kamu waspadai karena di pasaran gula punya banyak istilah yang bisa kamu lihat di bawah ini.
1. Glukosa
Glukosa adalah bentuk gula sederhana yang mudah diserap oleh tubuh. Gula ini merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh dan menjadi bahan bakar utama bagi otak dan otot kita. Di pasaran, glukosa sering ditemukan dalam produk minuman olahraga, permen atau makanan ringan yang ditujukan untuk memberikan energi secara cepat kepada konsumen.
2. Fruktosa
Fruktosa adalah jenis gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan. Rasa manis alami fruktosa sering dimanfaatkan dalam industri untuk meningkatkan dan menambah sensasi rasa pada produk. Fruktosa sering digunakan sebagai pemanis tambahan dalam minuman ringan, jus buah, sereal, dan makanan pencuci mulut lainnya. Dbiandingkan jenis gula yang lain, fruktosa diyakini adalah gula paling aman yang dikonsumsi selain glukosa.
3. Sukrosa
Sukrosa sebenarnya nama lain dari gula pasir, tetapi sukrosa itu terbuat dari campuran antara glukosa dan fruktosa. Sukrosa adalah jenis gula yang paling umum digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman. Banyak orang yang memanfaatkan sukrosa sebagai pemanis pada pembuatan kue, kue kering, minuman bersoda dan berbagai makanan manis lainnya.
4. Sukralosa
Bisa dibilang, sukralosa adalah pemanis buatan yang didapatkan dari sukrosa melalui proses kimia. Meskipun sukralosa punya rasa manis yang lebih kuat dari sukrosa, jenis gula ini nggak memberikan kalori karena sebagian besar dari sukralosa nggak diserap oleh tubuh manusia. Makanya, banyak produk-produk diet yang memanfaatkan penggunaan sukralosa seperti minuman soda diet, permen karet, atau makanan sereal rendah kalori.
5. Laktosa
Gula alami yang sering ditemukan pada susu dan produk turunannya. Laktosa adalah hasil dari perpaduan glukosa dan galaktosa. Biasanya laktosa punya rasa manis yang lembut dan bisa menjadi sumber energi utama dalam produk berbahan dasar susu. Tapi, bagi sebagian orang, laktosa dihindari karena bisa menyebabkan ganggaun pencernaan sesaat setelah mengonsumsi produk susu. Makanya, orang yang mengalami intoleransi laktosa sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang terbuat dari susu atau turunannya.
6. Galaktosa
Jenis gula yang tergabung antara glukosa dan laktosa. Sama seperti laktosa jenis gula ini banyak ditemukan dalam susu dan produk turunannya. Yang menjadi pembeda adalah galaktosa cenderung lebih manis dibandingkan laktosa. Sama seperti laktosa, bagi orang yang punya intoleransi akan mengalami gangguan pencernaan.
7. Maltosa
Maltosa adalah gula sederhana yang terbentuk dari glukosa. Gula jenis ini sering digunakan sebagai pemanis tambahan. Biasanya, maltosa digunakan dalam pembuatan bir dan minuman fermentasi lainnya. Maltosa juga dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan olahan seperti saus ataupun kue kering.
Setiap jenis gula pada kemasan makanan pasti punya karakteristik dan penggunaannya juga berbeda-beda. Penting bagi kita semua untuk lebih paham tentang perbedaan jenis gula ini biar lebih bijaksana lagi dalam memilih produk makanan kalau kita lagi mau ngemil. Tujuannya, agar kita lebih memahami tentang apa saja nutrisi yang kita serap dalam tubuh kita.
Kebutuhan Nutrisi Tubuh
Selain gula, tubuh juga membutuhkan berbagai nutrisi lainnya agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Kebutuhan nutrisi kita dibagi menjadi dua, makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien terdiri dari protein, karbohidrat termasuk serat, dan juga lemak. Sedangkan untuk mikronutrien seperti mineral dan vitamin.
Semua nutrisi ini kita butuhkan untuk membangun dan memperbaiki semua sistem yang terdapat pada tubuh kita. Seperti jaringan otot dan meningkatkan metabolisme pada tubuh. Selain itu, juga membantu kita untuk peningkatan kesehatan usus bahkan bisa membantu kita memaksimalkan penyerapan gula darah dalam tubuh. Karena gula yang nggak bisa terserap secara maksimal dalam tubuh akan menyebabkan penumpukan lemak yang membahayakan pada kesehatan kita.
Anjuran Mengendalikan Konsumsi Gula
Mengendalikan konsumsi gula sangat diperlukan sebagai self-prevent kita untuk mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes ataupun penyakit kronis lainnya. Apa aja yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan konsumsi gula? Bisa kamu simak di bawah ya.
Baca Label Nutrisi
Sebelum beli produk atau makanan kemasan, Minto sarankan untuk membaca label nutrisi secara teliti. Jangan cuma memperhatikan jumlah kandungan gulanya, tapi kamu harus juga mengerti gula apa yang dipakai atau mengerti jika ada gula tambahan pada kemasan tersebut. Dengan begitu, kamu bisa lebih tau tentang apa yang ada di dalam produk yang kamu makan dan membantu kamu untuk hidup lebih sehat.
Pilih Produk Rendah Gula
Saat belanja, sebisa mungkin pilih dan mulailah mengonsumsi produk yang punya kandungan gula yang rendah, atau bahkan nggak mengandung gula tambahan sama sekali. Ini adalah cara paling gampang untuk menekan konsumsi gula sebagaimana batasan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes mengenai batasan gula per hari.
Memperhatikan Porsi Makan
Mengontrol ukuran porsi juga bisa jadi cara kamu yang paling mudah untuk mencegah konsumsi gula berlebih. Walaupun ada beberapa produk yang punya kandungan gula rendah, akan tetapi kalau kamu konsumsi berkali-kali ya sama aja dong. Makanya penting juga bagi kamu untuk mengatur porsi yang kamu makan.
Memperbanyak Konsumsi Serat
Serat terbukti dalam mengendalikan gula darah dalam tubuh, terutama serat larut air seperti beta glukan yang dapat membentuk gel dalam saluran pencernaan. Hal ini bisa memperlambat penyerapan glukosa dari makanan ke dalam alirah darah dan mencegah terjadinya lonjakan gula darah. Kalau kamu butuh serat, kamu bisa jadiin Hotto Purto sebagai solusi utama untuk meningkatkan kebutuhan serat dalam tubuh. Hotto Purto mengandung beta glukan dan juga terbuat dari biji-bijian dan ubi ungu sehingga punya gula yang alami. Selain itu, Hotto Purto juga bisa membantu kamu kenyang lebih lama sehingga mencegah kamu makan lebih banyak yang bisa meningkatkan gula darah dalam tubuh. Nggak perlu effort yang gimana-gimana, cukup konsumsi Hotto yang bisa kamu beli di sini.


