Perut bagian kiri tiba-tiba terasa sakit setiap habis makan? Waspada ada masalah pada pencernaan. Nyeri perut bagian kiri bisa jadi pertanda masalah sembelit, diare, gastritis (maag), radang usus atau irritable bowel syndrome (IBS).
Rasa nyeri yang tak kunjung ditangani akan menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga bisa mengganggu produktivitas. Sebelum rasa nyeri bertambah parah, mari kenali dulu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya!
Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri
Jangan sepelekan sakit yang muncul pada bagian kiri, apalagi jika diiringi dengan gejala tertentu. Jika kamu merasakan gejala di bawah ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat:
Perut Kembung
Perut kembung disebabkan karena gas berlebih di sistem pencernaan. Jika terjadi penumpukan gas di dalam perut, hal ini bisa memicu nyeri perut sebelah kiri.
Gas timbul dari proses fermentasi oleh bakteri baik. Ketika tubuh sulit mencerna makanan tinggi serat seperti sayuran dan biji-bijian, maka bakteri baik yang akan melakukan proses fermentasi untuk mencernanya. Proses fermentasi ini bisa menghasilkan gas berlebih.
Sebetulnya gas bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Namun apabila kamu terus-menerus buang angin dan diiringi nyeri ulu hati, segera periksa ke dokter. Itu bisa pertanda gejala GERD atau penyakit akibat cairan asam lambung yang naik.
Sembelit
Sembelit adalah gangguan buang air besar yang gejalanya ditandai dengan sakit perut sebelah kiri bawah. Kamu mungkin mengalami sembelit kalau jarang buang air besar (satu kali per lebih dari 3 hari).
Kondisi ini bisa terjadi jika tekstur feses terlalu keras, sehingga sulit dikeluarkan oleh tubuh. Feses keras merupakan dampak akibat pola makan yang kurang serat.
Serat berfungsi meningkatkan massa feses, serta melapisi sistem pencernaan dengan gel supaya memudahkan feses keluar dari tubuh.
Gastritis (Maag)
Sakit perut sebelah kiri juga bisa disebabkan karena maag atau istilah medisnya gastritis. Gejalanya meliputi rasa perih atau terbakar di perut kiri, mual, muntah dan perut terasa begah.
Baca Juga: Nyeri ulu hati? Jangan Salah Diagnosis! Kenali Maag dan GERD
Maag berbeda dari GERD. Kalau GERD disebabkan karena iritasi saluran kerongkongan (esofagus) akibat cairan asam lambung, maag disebabkan karena infeksi bakteri H. pylori.
Bakteri ini menyebabkan peradangan pada lapisan pelindung lambung. Dampaknya asam lambung bisa mengiritasi lambung jika lapisan pelindung lambung rusak.
Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) adalah gangguan pencernaan akibat iritasi pada saluran pencernaan. Melansir Siloam Hospitals, gejala IBS meliputi yaitu rasa nyeri perut sebelah kiri, kram perut, kembung, dan gangguan buang air besar (diare atau sembelit).
Gejala tersebut bisa lebih buruk atau lebih ringan, tergantung dari kondisi penderitanya. Namun sampai saat ini penyebab dari IBS belum diketahui secara pasti. Penderitanya bisa mencoba mengontrol gejala yang timbul dengan memperbanyak konsumsi serat serta rutin berolahraga.
Perpaduan keduanya bisa membantu meningkatkan aktivitas pencernaan agar tubuh tidak perlu bekerja ekstra untuk mencerna makanan.
Batu Ginjal
Batu ginjal adalah kondisi yang disebabkan karena terbentuknya kristal keras di dalam ginjal. Umumnya gejala batu ginjal ditandai dengan nyeri punggung bagian bawah, tetapi bisa menjalar ke perut bawah.
Rasa nyeri yang timbul sifatnya kambuhan, namun akan timbul rasa sakit seperti ditusuk dari dalam kalau batu ginjal masuk ke saluran penghubung ginjal dan kandung kemih (ureter).
Batu ginjal sendiri terbentuk karena tubuh dehidrasi atau kekurangan cairan, sehingga zat-zat seperti kalsium dan asam urat sulit dikeluarkan oleh ginjal. Akibatnya zat-zat tersebut menumpuk dan mengkristal menjadi batu ginjal.
Penyakit Serius
Selain kondisi medis tadi, ada lagi potensi penyakit serius yang gejalanya berupa sakit perut sebelah kiri, misalnya kanker usus dan kista ovarium.
Kista ovarium adalah kondisi ketika terbentuk kantong (kista) berisi cairan di ovarium. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala dan akan hilang dengan sendiri. Namun kamu perlu khawatir jika kista pecah, karena bisa menyebabkan nyeri hebat pada perut bawah.
Ada lagi kanker usus, yaitu kondisi ketika munculnya tumor di usus. Tumor dapat menghalangi makanan untuk lewat, sehingga bisa mengganggu sistem pencernaan. Gejala umum dari kanker usus meliputi feses berdarah, gangguan buang air besar, serta berat badan tidak stabil.
Pencegahan Sakit Perut Sebelah Kiri
Begitu banyak potensi penyakit hanya karena sakit perut sebelah kiri. Itu artinya jangan sampai kamu menyepelekannya. Guna mencegah munculnya rasa nyeri tersebut, kamu bisa melakukan tips-tips berikut:
Menjaga Pola Makan yang Tepat
Menurut ahli penyakit dalam, dr. Steffie Simpinano Solin, M.Ked(PD), Sp.PD, salah satu cara mencegah nyeri perut adalah dengan mengonsumsi makanan yang tepat.
Makanan tinggi serat adalah pilihan yang bagus untuk mencegah sembelit. Serat membantu melancarkan pencernaan sehingga feses bisa lewat dengan lancar. Seringkali feses yang keras menyebabkan sakit perut.
Selain itu, kurangi konsumsi makanan dengan gas tinggi. Biasanya makanan yang sulit dicerna tubuh mengandung gas tinggi, seperti kacang merah, lentil, brokoli, kubis, kedelai, dan produk olahan susu.
Mengelola Stres
Sebuah artikel dari NHS UK, menyebutkan kalau mengelola stres dengan baik bisa membantu mengurangi rasa nyeri. Ketika stres, kamu mungkin pernah merasakan ketidaknyamanan pada perut.
Ketika stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang bisa memengaruhi pencernaan. Hormon tersebut bisa memperlambat atau mempercepat pergerakan makanan di saluran pencernaan, akibatnya bisa memicu sembelit atau diare.
Oleh karena itu, artikel tersebut menyarankan untuk mengelola stres dengan baik agar tubuh bisa mengendalikan produksi hormon kortisol. Pengelolaan stres bisa dilakukan dengan melakukan hobi yang kamu suka, mendengarkan musik favorit, atau berolahraga.
Rutin Berolahraga
Berolahraga terbukti bisa meningkatkan fungsi pencernaan, sehingga membantu mencegah timbulnya sakit perut sebelah kiri setelah makan.
Tak usah olahraga berat, olahraga ringan seperti jalan kaki, lari kecil, atau bersepeda cukup untuk meningkatkan pergerakan otot di dinding usus. Ketika tubuh bergerak, otot tubuh menjadi lebih aktif.
Adanya pergerakan ini memudahkan otot-otot di dinding usus untuk mendorong makanan sehingga memastikan pencernaan yang lebih lancar.
Dengan pencernaan yang lancar, ini bisa mengurangi risiko penumpukan gas dan sembelit yang sering menjadi penyebab nyeri perut.
Cara Mengobati Sakit Perut Sebelah Kiri
Nyeri perut yang muncul disebabkan karena ada penyebab tertentu. Penting mengetahui penyebabnya terlebih dulu supaya bisa mendapat pengobatan terbaik. Adapun pengobatan yang bisa diberikan untuk membantu meredakan nyeri perut sebelah kiri yaitu:
Konsumsi Obat-obatan
Nyeri perut yang disebabkan karena penumpukan gas bisa diatasi dengan obat pereda nyeri, seperti Pregabalin (Lyrica) atau gabapentin (Neurontin).
Keduanya bekerja dengan menenangkan sistem saraf di perut, sehingga mengurangi rasa nyeri dari gangguan pencernaan yang sedang dialami.
Sedangkan untuk mengendalikan nyeri perut akibat sindrom iritasi usus besar, dokter biasanya memberikan obat antibiotik.
Obat ini bekerja untuk mengatur ketidakseimbangan jumlah bakteri dalam usus. Pasalnya IBS sering dikaitkan karena ketidakseimbangan mikrobiota dalam usus yang akhirnya menyebabkan gangguan pencernaan.
Namun konsumsi obat-obatan ini hanya berdasarkan resep dokter, dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan.
Mengatur Gaya Hidup
Tips berikutnya untuk mengatasi perut kiri sakit yaitu dengan mengatur gaya hidup yang sesuai.
Mulai dari mengatur pola makan. Penting mengonsumsi makanan yang kaya serat. Dengan konsumsi serat yang cukup akan membantu mencegah sembelit supaya tidak menyebabkan nyeri perut.
Berikutnya terapkan olahraga ringan untuk membantu merangsang gerakan usus agar bisa mengeluarkan makanan dengan lancar. Contohnya seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam yoga.
Pembedahan (Jika diperlukan)
Langkah terakhir untuk mengobati sakit perut bagian kiri adalah pembedahan. Ini mungkin diperlukan kalau penyebab sakit perut kamu karena masalah serius, seperti batu ginjal atau dokter.
Namun prosedur ini hanya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter. Jadi lebih baik periksa dulu ke dokter sebelum gejalanya bertambah parah.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan sepelekan sakit perut sebelah kiri setelah makan, bisa jadi pertanda dari penyakit-penyakit yang disebutkan tadi. Kalau kamu merasakan gejalanya mulai mengganggu aktivitas atau menunjukkan gejala tidak biasa, segera periksakan ke dokter.
Dokter mungkin akan melakukan serangkaian diagnosis, seperti endoskopi untuk melihat kondisi lambung atau usus. Barulah dokter memberikan pengobatan yang sesuai. Maka tak usah tunggu lama, kunjungi dokter penyakit dalam sebelum sakit perut sebelah kiri berubah menjadi penyakit kronis!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa perut sebelah kiri atas sakit setelah makan?
Penyebab paling umum dari munculnya rasa sakit setelah makan bisa dikarenakan adanya luka lambung. Luka lambung timbul karena cairan asam lambung yang mengiritasi lapisan lambung, sehingga menyebabkan pengikisan yang menimbulkan perut sebelah kiri terasa sakit.
Apakah asam lambung bisa menyebabkan sakit perut sebelah kiri?
Dalam artikel dari Eka Hospital, cairan asam lambung bisa menyebabkan sakit perut sebelah kiri. Hal ini terjadi ketika lapisan pelindung lambung terkikis akibat infeksi bakteri H. pylori. Apabila itu terjadi, ini memudahkan cairan asam lambung berlebih untuk mengiritasi lapisan pelindung lambung dan menyebabkan sakit perut sebelah kiri.
Apakah sakit perut sebelah kiri tanda usus buntu?
Menurut Halodoc, sakit perut sebelah kiri bisa pertanda radang usus buntu. Ini terjadi jika infeksi usus buntu menjalar ke bagian usus lainnya, sehingga memicu rasa nyeri. Namun umumnya usus buntu ditandai dengan rasa sakit pada perut bagian kanan bawah.
