Belum tentu nyeri ulu hati pertanda maag, bisa jadi itu gejala lain yang lebih parah. Maag punya gejala yang mirip dengan GERD. Padahal maag hanya nyeri perut akibat terlambat makan, sedangkan GERD adalah kondisi asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Dampak jangka panjang keduanya berbeda. Maag berujung peradangan pada dinding lambung, sementara GERD bisa mengakibatkan esophagitis bahkan kanker. Biar tak salah diagnosis, yuk kenali masing-masing gejala, penyebab, dan pengobatannya!
Pengertian Maag dan GERD
Keduanya sering dianggap sama karena gejalanya mirip. Padahal maag dan GERD membutuhkan penanganan berbeda untuk mengatasinya.
Melansir sebuah artikel medis, maag atau gastritis adalah masalah yang menyerang dinding lambung. Penyebabnya bisa karena stres, telat makan, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. Kondisi ini bisa menyebabkan luka lambung dalam jangka panjang.
Sedangkan GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi yang lebih serius. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya otot yang menghalangi lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah).
Asam lambung menyebabkan iritasi dinding kerongkongan yang berpotensi memicu komplikasi seperti esofagitis atau bahkan kanker esofagus.
Penyebab Maag dan GERD
Maag
- Infeksi bakteri Helicobacter pylori: Bakteri ini menyerang lapisan pelindung dinding lambung, sehingga meningkatkan kadar asam dan memicu peradangan.
- Konsumsi obat-obatan tertentu: Misalnya aspirin, ibuprofen dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya dapat menyebabkan iritasi dinding lambung dalam jangka panjang.
- Konsumsi alkohol berlebihan: Alkohol bersifat asam yang memicu peradangan lambung kalau diminum dalam jumlah banyak sekaligus.
- Stres: Stres memicu produksi asam lambung berlebih yang menyebabkan iritasi pada dinding lambung.
GERD
- Konsumsi makanan pemicu: Makanan pemicu GERD meliputi makanan pedas, asam, berlemak, cokelat, minuman berkafein dan beralkohol. Semuanya memicu produksi asam lambung berlebih yang berujung GERD.
- Otot sfingter esofagus bermasalah: Ketika otot ini melemah dan tidak mampu berfungsi dengan baik, kondisinya asam lambung mudah naik ke kerongkongan dan memicu iritasi.
- Hiatal hernia: Sebuah kondisi ketika bagian atas lambung mencuat ke atas melalui rongga diafragma. Akibatnya asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
- Obesitas: Berat badan berlebih menyebabkan tekanan pada perut, sehingga lambung tertekan dan menyebabkan refluks asam.
- Hamil: Tubuh saat hamil mengalami perubahan hormon yang melemahkan otot sfingter esofagus bawah. Mereka lebih rentan terkena risiko GERD.
Gejala Maag dan GERD
Persamaan Gejala
- Nyeri ulu hati
- Perut kembung
- Mual
- Muntah
Perbedaan Maag dan GERD
Maag
Nyeri yang datang tiba-tiba pada bagian perut. Terkadang disertai dengan sensasi perut tertekan. Rentan terjadi saat perut kosong dan belum makan.
GERD
Ini kebalikan dari gastritis. Terjadi setelah makan atau saat tubuh berbaring. Tanda-tandanya meliputi dada terasa seperti terbakar, karena sedang terjadi refluks asam.
Diagnosis Maag dan GERD
Diagnosis terhadap masing-masing penyakit ini berbeda. Diberikan tergantung tingkat keparahan kasus.
Maag
- Endoskopi: Berguna mengecek kondisi dinding lambung menggunakan selang kamera yang lentur
- Tes Darah: Tes guna mengecek keberadaan bakteri H. pylori yang menjadi salah satu penyebab gastritis
- Tes Tinja: Cara lain guna mendeteksi keberadaan H. pylori, namun melalui tes pada feses
GERD
- Endoskopi: Prosedurnya sama menggunakan selang kamera, namun fokus mengecek kondisi kerongkongan dan kerusakannya
- Monitoring pH Esofagus: Tes dengan alat sensor pH yang dimasukkan ke dalam saluran esofagus untuk mengecek tingkat keasaman di dalamnya selama 24 jam
- Manometri Esofagus: Tes yang berguna memeriksa tekanan otot-otot dalam esofagus
- Tes Barium Swallow: Tes dengan cairan khusus (barium) untuk melihat dan memeriksa fungsi saluran pencernaan bagian atas
Cara Mengobati Maag dan GERD
Pengobatan Maag
- Kurangi konsumsi minuman beralkohol
- Tidur selama minimal 7 jam sehari
- Batasi konsumsi makanan pedas dan tinggi lemak
- Kurangi makanan berlemak dan pedas
- Olahraga untuk melancarkan metabolimse tubuh
- Mengonsumsi obat pereda nyeri gastritis berdasarkan resep dokter
Pengobatan GERD
- Hindari makanan dan minuman pemicu, seperti jeruk, lemon, daging berlemak, alkohol, kopi, dan lainnya
- Makan dalam porsi kecil sebanyak 4-5 kali sehari
- Mengonsumsi obat-obatan pereda asam lambung, seperti antasida, H2 blocker, dan PPI atau Proton Pump Inhibitors
- Tunggu 2-3 jam setelah makan kalau ingin tidur
- Operasi untuk memperkuat otot sfringer pada kasau yang parah
Komplikasi
Maag
- Ulcer Lambung: Iritasi terus-menerus akan mengikis dinding lambung bahkan menyebabkan luka terbuka yang bernama ulkus atau ulcer. Ini mengakibatkan muntah darah hingga nyeri hebat.
- Pendarahan Lambung: Berawal dari ulcer yang tidak ditangani bisa bertambah parah menyebabkan pendarahan dalam lambung. Kondisi ini ditandai dengan feses hitam atau muntah darah
- Kanker Lambung: Infeksi H.pylori berkepanjangan menyebabkan iritasi dinding lambung sehingga meningkatkan risiko kanker lambung.
GERD
- Esofagitis: Kondisi peradangan lapisan esofagus karena iritasi asam lambung yang naik. Ini menyebabkan nyeri kerongkongan saat menelan.
- Stricture Esofagus: Ini adalah kasus esofagitis kronis yang memicu tumbuhnya jaringan parut dan berpotensi menyempitkan esofagus.
- Barrett’s Esophagus: Kondisi pra-kanker karena berubahnya sel-sel di lapisan esofagus akibat iritasi asam lambung jangka panjang, namun masih bisa sembuh.
- Kanker Esofagus: Kondisi yang tidak dapat sembuh yang menyerang esofagus akibat GERD yang tidak diobati.
Baca Juga: Tips Cerdas Menjaga Pencernaan Sehat
Cara Mencegah Maag dan GERD
Keduanya memiliki pencegahan yang tak jauh berbeda. Dengan menerapkan tips-tips ini dalam pola hidup bisa membantu mengurangi frekuensi gejala gastritis dan GERD:
1. Jangan Tidur Setelah Makan
Tubuh setidaknya butuh waktu selama 2-3 jam untuk memproses makanan yang masuk. Kalau tidur setelah makan, ini berpotensi mengganggu metabolisme dan menyebabkan refluks asam.
2. Kenakan Pakaian yang Longgar
Pakaian yang ketat akan menyebabkan tekanan pada perut, sehingga makanan dan asam bisa naik ke kerongkongan.
3. Jaga Berat Badan Ideal
Sama seperti sebelumnya, obesitas menyebabkan tekanan pada perut. Obesitas juga menyebabkan otot katup esofagus bagian bawah melemah seiring waktu.
4. Hindari Makanan Pemicu
Pencegahan maag dan GERD tentunya menghindari konsumsi makanan dan minuman pemicu, seperti peppermint, tomat, cokelat, alkohol, jus jeruk, bawang, merica, dan lainnya. Masing-masing dapat mengiritasi lapisan pelindung dinding lambung (mukosa) dan melemahkan otot katup esofagus bawah.
5. Jangan Makan Terlalu Cepat
Makan terlalu cepat mengharuskan tubuh untuk bekerja ekstra. Ini memicu peningkatan asam lambung yang mengiritasi esofagus.
Hindari Risiko GERD dan Maag dengan Gaya Hidup Sehat
Terapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko GERD dan gastritis, seperti dengan mengonsumsi makanan kaya protein, vitamin, dan serat. Nutrisi ini membantu mennyeimbangkan kadar asam lambung guna mencegah naiknya asam lambung.
Kalau mau cara praktis penuhi nutrisi harian, Hotto Mame adalah jawabannya. Minuman ini mengandung 15 biji-bijian, isolat whey protein, dan edamame untuk menyehatkan pencernaan. Yuk cegah GERD dan maag dengan penuhi nutrisi bersama Secangkir Hotto!
Pertanyaan yang Mungkin Sering Diajukan (FAQ)
Apa perbedaan antara maag akut dan kronis?
Nyeri maag akut biasanya muncul tiba-tiba, karena telat makan atau konsumsi obat tertentu. Sedangkan maag kronis kerap berulang akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori atau pola hidup tidak sehat.
Makanan apa saja yang harus dihindari penderita maag dan GERD?
Kedua penderita kondisi ini patut menghindari makanan pedas, asam, berlemak tinggi, dan berkafein. Misalnya kopi, cokelat, sambal, lemon, soda, dan makanan cepat saji.
Apakah maag dan GERD bisa sembuh total?
Gastritis dan GERD adalah kondisi yang kambuh-kambuhan. Kamu bisa menyembuhkannya dengan menghindari penyebabnya serte mengonsumsi obat-obatan yang sesuai.
Obat alami apa yang bisa membantu meredakan gejala maag dan GERD?
Konsumsi makanan atau minuman rendah lemak dengan sifat anti-inflamasi, seperti teh jahe, susu rendah lemak, tes sereh, dan madu.
Bagaimana cara membedakan antara nyeri ulu hati akibat maag atau GERD dengan serangan jantung?
Maag dan GERD terasa seperti ulu hati terbakar, mulut asam, dan mual. Sebaliknya serangan jantung terasa seperti nyeri di dada bagian tengah atau kiri, lalu menjalar ke lengan dan leher.
