Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan melalui proses metabolisme. Prosesnya mulai dari kerongkongan, lambung, hingga usus supaya nutrisi dalam makanan dapat terserap tubuh. Tetapi tak jarang orang mengalami nyeri perut, sembelit, maag, atau kembung.
Apa kamu juga termasuk orangnya? Bisa jadi itu pertanda ada masalah pada organ metabolisme kamu. Ini menyebabkan penyerapan nutrisi terhambat dan berpotensi memicu komplikasi! Maka sebelum terlambat, yuk kenali tips menjaga pencernaan yang sehat!
Baca Juga: Mengatur Pola Makan yang Sehat dengan Defisit Kalori
Penyebab Masalah Pencernaan
Secara garis besar, ada tiga faktor utama penyebab masalah pencernaan, termasuk faktor diet, gaya hidup, dan kondisi medis. Untuk lebih jelasnya yuk simak di bawah ini:
1. Faktor Diet
Pencernaan membutuhkan nutrisi yang cukup supaya berfungsi dengan baik. Namun pola makan yang kurang sehat terkadang menyebabkan komplikasi pencernaan.
Misalnya kurang serat menyebabkan sembelit dan wasir. Sedangkan produk susu menyebabkan perut kembung dan nyeri kalau dikonsumsi penderita intoleransi laktosa. Makanan pedas dan asam juga menyebabkan gejala GERD pada penderitanya.
2. Faktor Gaya Hidup
Faktor kedua yaitu gaya hidup. Orang yang jarang berolahraga sangat mungkin mengalami konstipasi. Pasalnya olahraga membantu menstimulasi pergerakan usus agar metabolisme tetap lancar.
Selain itu kamu yang sering stres juga rentan mengalami maag dan GERD akibat produksi kortisol berlebih. Sedangkan kebiasaan makan makanan kurang sehat juga berpotensi menyebabkan mual dan meningkatkan asam lambung.
3. Kondisi Medis
Riwayat medis tertentu dapat menyebabkan masalah pencernaan. Misalnya celiac menyebabkan sakit perut, IBS menyebabkan perut kembung, atau Crohn menyebabkan penurunan berat badan akibat malabsorpsi nutrisi.
Gejala Masalah Pencernaan
Berdasarkan Siloam Hospitals, beberapa gejala yang diakibatkan dari gangguan pencernaan adalah:
Gejala Umum
- Nyeri atau rasa melilit pada perut: Usus buntu, infeksi virus, penyumbatan usus
- Cegukan yang berkepanjangan: GERD
- Perut kembung: Gangguan usus (IBS)
- Susah buang air besar: Sembelit
- Feses cair: Diare
Gejala Lain
- Sering kentut: Penyakit celiac, intoleransi laktosa
- Feses berdarah: Infeksi saluran pencernaan
- Kulit dan mata menguning: Penyakit kuning
- Perut berisi air: Infeksi rongga perut, sirosis hati
- Penurunan berat badan drastis: Penyakit Crohn
Tips Menjaga Pencernaan Sehat
Pencernaan mencerminkan kesehatan gaya hidup seseorang. Padahal pencernaan sangatlah penting. Dengan pencernaan yang sehat, fungsi-fungsi tubuh pun berjalan optimal. Adapun tips-tips yang bisa kamu ikuti yaitu:
1. Konsumsi Makanan Bernutrisi Seimbang
Nutrisi seimbang di sini maksudnya bukan sekadar protein dan vitamin, tetapi juga lemak, karbohidrat, dan serat. Lemak sehat membantu tubuh menyerap nutrisi, sekaligus menjaga kesehatan jantung.
Sedangkan serat pada sayuran dan buah mencegah agar gerakan usus tidak terhambat. Dengan usus yang sehat, kamu makan terhindar dari masalah sembelit atau gangguan pencernaan sejenis.
2. Olahraga dengan Rutin
Tak usah olahraga berat, cukup jalan santai atau naik turun tangga saja. Dengan rutin berolahraga setiap 3 kali seminggu bakal memberikan dampak untuk kesehatan pencernaan.
Tips menjaga pencernaan ini membantu mengurangi risiko konstipasi dan menstimulasi otot usus. Menurut Harvard Health Publishing, olahraga mengatur agar buang air besar lebih lancar dan melancarkan pencernaan.
3. Mengelola Stres
Stres berlebih memicu produksi kortisol dalam tubuh. Terlalu banyak kortisol menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, seperti diare, mual, bahkan sembelit. Maka cobalah hindari hal-hal pemicu stres dan kelola stres dengan melakukan hobi atau berbicara dengan teman dekat.
4. Hindari Merokok
Kebiasaan ini menyebabkan batuk kronis dalam jangka panjang. Setiap kali batuk, katup pada esofagus bawah bisa terbuka. Zat dalam rokok juga membuat otot sfingter rileks. Akibatnya asam lambung bisa naik kerongkongan yang berujung heartburn. Tips menjaga pencernaan tentunya hindari atau kurangi kebiasaan ini.
5. Jangan Makan Sebelum Tidur
Makan 3-4 jam sebelum tidur bukanlah ide bagus. Karena makanan setidaknya butuh waktu 4 jam untuk berpindah dari lambung ke usus kecil. Kalau tidur tepat setelah makan, ini bisa menyebabkan asam lambung naik.
Makanan Baik untuk Pencernaan
Makanan dengan prebiotik, serat, dan zat anti-inflamasi baik dalam memelihara bakteri baik, meredakan iritasi serta melancarkan pergerakan usus. Beberapa rekomendasinya yaitu:
- Prebiotik: Yogurt, tempe, kombucha
- Serat: Apel, pisang, pepaya, gandum, beras merah, biji chia
- Anti-inflamasi: Jahe
- Lemak baik: Ikan salmon, almond
Makanan yang Harus Dihindari
Tips menjaga pencernaan sehat adalah hindari makanan berlemak jenuh, terlalu asam, pedas, dan berpengawet. Masing-masing berkontribusi menyebabkan iritasi lambung dan mengganggu pergerakan metabolisme. Contohnya:
- Gorengan
- Makanan pedas
- Lemon dan jeruk asam
- Minuman berkarbonasi
- Camilan berpengawet
- Produk susu bagi penderita intoleransi laktosa
- Makanan dengan gas tinggi: Kol, kembang kol, brokoli
Pencegahan Masalah Pencernaan
Masalah pencernaan yang berkepanjangan akan mengganggu produktivitas sehari-hari. Kalau pun kamu sudah pernah mengalami gangguan pencernaan, mulai sekarang pelihara dengan tips-tips berikut:
- Kunyah makanan dengan baik agar mudah dicerna tubuh
- Tingkatkan asupan serat untuk melancarkan pencernaan
- Rutin berolahraga untuk menstimulasi otot usus
- Tidak menunda buang air besar
- Mencuci tangan dengan sabun pembunuh kuman sebelum makan
- Minum air sesuai kebutuhan harian
Kembalikan Pencernaan Optimal dengan Multigrain Praktis
Tips menjaga pencernaan sehat agar semakin optimal adalah memenuhi nutrisi harian. Kalau kamu tak punya waktu, Hotto Purto Multigrain adalah solusi praktis penuhi nutrisi lengkap untuk sehatkan pencernaan.
Dengan prebiotik dengan inulin membantu memelihara keseimbangan bakteri baik dalam usus. Serat dari 15 biji-bijian juga berfungsi merangsang gerakan usus agar tidak memicu sembelit. Yuk penuhi asupan nutrisi lengkap dengan Secangkir Hotto siap minum!
Baca Juga: Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) vs Radang Usus (IBD), Mana yang Lebih Berbahaya?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa perbedaan antara diare dan sembelit?
Diare menyebabkan frekuensi buang air besar meningkat, sedangkan sembelit justru kondisi ketika seseorang sulit buang air besar. Sembelit dapat disebabkan dari kurang serat.
Makanan apa yang baik untuk mengatasi kembung?
Konsumsi makanan dengan sifat anti-inflamasi, seperti jahe dan yogurt untuk membantu meredakan ketegangan otot pencernaan. Prebiotik dalam yogurt juga mampu menambah dan menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.
Bagaimana cara mengatasi maag secara alami?
Tips menjaga pencernaan sehat bisa dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi asam, makan dalam porsi kecil, minum air yang cukup, menghindari makanan pedas, dan mengelola stres.
Apakah stres bisa menyebabkan masalah pencernaan?
Ya. Stres memicu produksi hormon tertentu yang menghambat pergerakan usus. Akibatnya muncul diare, perut kembung, dan sembelit. Pada kasus yang lebih parah, stres menyebabkan maag dan gangguan usus besar (IBS).
Kapan saya harus khawatir dengan perubahan warna tinja?
Kamu harus khawatir jika tinja berwarna merah atau kehitaman, karena pertanda adanya pendarahan di pencernaan. Warna pucat menandakan masalah pada empedu, sedangkan kuning berminyak menandakan celiac akibat gangguan penyerapan lemak.

