Banyak yang menganggap nyeri tulang sebagai hal yang wajar dialami seiring bertambahnya usia. Padahal, kondisi ini terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang yang membuat tulang menjadi rapuh dan mudah keropos. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai osteoporosis.
Osteoporosis dapat menyerang siapa saja. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Namun bagaimana seseorang bisa menderita kondisi ini? Kenali penyebab, pencegahan, dan pengobatannya!
Mengenal Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya kepadatan dan kualitas tulang. Ini mengakibatkan tulang mudah rapuh dan rentan terhadap patah tulang. Tetapi tidak usah khawatir kalau penyakit tulang keropos ini masih ada obatnya.
Osteoporosis seringkali berkembang tanpa gejala. Penderitanya baru menyedari kualitas tulangnya menurun ketika terjadi patah tulang. Umumnya patah tulang akibat osteoporosis terjadi pada area pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.
Ketika tulang mulai mengalami pengeroposan, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti:
- Punggung nyeri akibat pengeroposan tulang belakang
- Postur tubuh membungkuk
- Tulang mudah patah meski jatuh ringan
- Nyeri leher
- Tinggi badan turun secara bertahap
Penyebab Osteoporosis
Melansir Cleveland Clinic, osteoporosis disebabkan oleh beberapa faktor, membuatnya memicu gejala sebagai reaksi tubuh terhadap penurunan kepadatan tulang. Berikut penjelasan lengkapnya:
Faktor Genetik
Salah satu faktor yang mempengaruhi risiko osteoporosis adalah faktor genetik. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan osteoporosis atau patah tulang pinggul, mereka cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami osteoporosis.
Pasalnya gen seseorang bisa mempengaruhi bagaimana tubuh membentuk dan mengatur tulang.
Meskipun faktor genetik tidak dapat dicegah, mengetahui riwayat keluarga dapat membantumu lebih waspada dalam mengambil langkah pencegahan osteoporosis.
Ketidakseimbangan Hormon
Perubahan hormon bisa menjadi penyebab osteoporosis, terutama pada wanita setelah menopause. Hal ini karena pasca menopause, wanita akan mengalami penurunan estrogen. Padahal estrogen berfungsi melindungi dan memperkuat tulang.
Ketika kadar hormon ini berkurang, tulang akan kesulitan menyerap kalsium sehingga bisa meningkatkan risiko keropos tulang.
Selain hormon estrogen, ketidakseimbangan hormon tiroid yang dihasilkan kelenjar tiroid juga dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Apabila produksi hormon tiroid terlalu tinggi, ini mempengaruhi tubuh untuk mempercepat proses penguraian tulang.
Defisiensi Nutrisi
Tubuh yang kekurangan kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan risiko penurunan kepadatan tulang. Pasalnya kedua nutrisi tersebut penting dalam pembentukan tulang.
Kalsium adalah mineral utama yang membangun tulang, sementara vitamin D diperlukan untuk membantu tubuh menyerap kalsium dengan efektif.
Kekurangan kedua nutrisi ini dapat melemahkan tulang, membuatnya lebih rentan terhadap patah. Diet yang rendah kalsium, seperti kurang mengonsumsi produk susu, sayuran hijau, dan ikan berlemak bisa meningkatkan risiko osteoporosis.
Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat-obatan dapat mempercepat proses penurunan kepadatan tulang yang berkontribusi menyebabkan osteoporosis. Adapun obat-obatan yang dimaksud adalah glukokortikoid (anti-inflamasi), antikonvulsan (obat epilepsi), dan kemoterapi untuk pengobatan kanker.
Ketiga memang punya manfaat jika digunakan berdasarkan rekomendasi dokter. Namun penggunaan jangka panjang obat-obatan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan tulang.
Penggunaan obat-obatan tadi akan mengganggu keseimbangan kalsium dan vitamin D dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan gizi yang cukup.
Pencegahan Osteoporosis
Osteoporosis bisa datang tanpa diduga. Dampaknya bisa menurunkan kualitas hidup, karena melakukan aktivitas tertentu menjadi tidak nyaman, misalnya berjalan kaki, mengangkat beban berat, dan melompat. Untuk itu, kamu bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan:
Mengonsumsi Makanan Tinggi kalsium dan Vitamin D
Menjaga kesehatan tulang juga bisa kamu lakukan dengan mengonsumsi vitamin D dan kalsium. Seperti yang diketahui, kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang.
Berdasarkan artikel dari Eka Hospital, disarankan untuk memenuhi kebutuhan harian kalsium sebanyak 1000 mg dan vitamin D sebanyak 400-800 IU.
Adapun makanan tinggi kalsium dan vitamin D yang direkomendasikan seperti keju, susu, yogurt, bayam, brokoli, kale, salmon, sarden, tuna, almond, kedelai, tahu, tempe, jus jeruk, lemon, tomat, dan masih banyak lagi.
Berolahraga secara Teratur
Olahraga dapat mempertahankan massa tulang dan memperkuatnya sehingga tulang tidak mudah patah ketika kamu terjatuh atau cedera. Maka untuk mencegah tulang rapuh, kamu bisa melakukan beberapa latihan kekuatan.
Sebuah artikel dari WebMD.com menyarankan latihan angkat beban untuk memperkuat otot dan tulang atau yoga untuk meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Disarankan berolahraga minimal 30 menit setiap 3 kali seminggu untuk menjaga kesehatan tulang.
Menghentikan Kebiasaan Merokok
Merokok tidak hanya menyebabkan masalah pada paru-paru, tetapi bisa menyebabkan penurunan massa tulang. Nikotin dalam rokok dapat mengganggu fungsi kelenjar endokrin, yaitu kelenjar penting yang menghasilkan hormon estrogen pada wanita dan testosteron pada pria.
Padahal kedua hormon tersebut berperan dalam mendukung kesehatan tulang biar tetap kuat. Dengan menghentikan kebiasaan merokok, risiko osteoporosis pun dapat dikurangi juga.
Pengobatan Osteoporosis
Pengobatan tulang rapuh ini bertujuan untuk memperlambat dan mencegah pemecahan jaringan tulang lebih lanjut. Melansir Alodokter, ada beberapa pengobatan yang mungkin diberikan, di antaranya:
Suplemen Kalsium dan Vitamin D
Dokter akan merekomendasikan suplemen kalsium dan vitamin D. Kedua nutrisi tersebut bekerja sama untuk meningkatkan penyerapan kalsium dari makanan agar tubuh bisa membentuk tulang dengan optimal.
Baca Juga: Isolat Whey Protein: Sumber Protein Berkualitas Tinggi
Namun konsumsi suplemen ini harus didampingi resep dokter. Pasalnya kelebihan nutrisi tertentu justru bisa menyebabkan keracunan pada tubuh kamu sendiri.
Injeksi Denosumab
Denosumab adalah obat osteoporosis yang diberikan melalui injeksi setiap 6 bulan untuk membantu menjaga kepadatan tulang. Obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas protein yang menyebabkan pemecahan tulang.
Dokter akan menganjurkan pengobatan ini kepada penderita yang rentan patah tulang atau punya riwayat patah tulang sebelumnya.
Bisfosfonat
Bifosfonat adalah obat-obatan yang bekerja dengan menghambat pemecahan jaringan tulang oleh osteoklas (sel pemecah tulang). Dengan mengurangi aktivitas osteoklas, bisfosfonat dapat mencegah osteoporosis lebih parah.
Contoh bifosfonat yang sering digunakan meliputi alendronat, risedronat, dan bandronat. Penggunaan obat-obatan tersebut bisa memperkuat kepadatan tulang, khususnya tulang belakang dan pinggul. Biasanya, bisfosfonat dikonsumsi dalam bentuk tablet atau diberikan melalui suntikan.
Terapi Hormon (Estrogen)
Terapi hormon adalah terapi yang biasanya diberikan kepada wanita pasca-menopause untuk mengembalikan keseimbangan hormon estrogen. Hormon ini memainkan peran penting dalam menjaga kepadatan tulang pada wanita.
Namun dalam artikel yang dipublikasikan pada 2022, terapi hormon dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Pasalnya kadar estrogen yang tak terkendali dapat merangsang perkembangan sel kanker pada jaringan payudara.
Oleh karena itu, terapi estrogen umumnya digunakan pada wanita dengan risiko osteoporosis tinggi, tetapi harus selalu dipantau oleh dokter.
Kesimpulan
Mengingat kondisi ini seringkali berkembang diam-diam tanpa gejala yang signifikan, penting untuk melakukan densitometri tulang atau tes pemeriksaan osteoporosis rutin, apalagi kalau kamu punya riwayat keluarga yang menderita penyakit ini.
Beruntungnya risiko osteoporosis dapat dikendalikan dengan mengadopsi pola makan kaya kalsium dan vitamin D, serta menjaga kebugaran melalui latihan beban yang membantu memperkuat tulang.
Kamu juga bisa penuhi asupan vitamin & mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang dengan konsumsi Hotto Mame. Minuman multigrain dengan oat dan edamame yang tinggi protein dan kalsium ini bisa jadi teman sehatmu dalam menjaga kesehatan tulang. Jaga kesehatan tulangmu mulai sekarang dengan langkah sederhana. Yuk, coba Hotto Mame dan rasakan manfaatnya. Dapatkan sekarang di agen resmi terdekat atau online melalui e-commerce favoritmu!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja gejala osteoporosis?
Osteoporosis sering tidak menunjukkan gejala. Namun, gejalanya bisa termasuk nyeri punggung, postur tubuh yang membungkuk, penurunan tinggi badan secara perlahan, hingga tulang mudah patah.
Apakah osteoporosis hanya menyerang orang tua?
Osteoporosis memang lebih sering menyerang orang yang sudah lanjut usia. Namun tidak menutup kemungkinan kalau orang yang lebih muda berpotensi menderita gejala osteoporosis. Tetapi kondisinya mungkin baru terasa saat seseorang mulai dewasa seiring menurunnya kepadatan tulang.
Apakah osteoporosis dapat disembuhkan?
Melansir Halodoc, osteoporosis tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikelola dengan pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup untuk memperlambat pemecahan jaringan tulang.
