Masih Diet Menggunakan Teh Hijau? Hati-hati, Bisa Membahayakan

Masih Diet Menggunakan Teh Hijau Hati-hati, Bisa Membahayakan

Penasaran deh, masih banyak nggak ya yang menggunakan teh hijau sebagai “cara cepat” menurunkan berat badan. Hati-hati terperangkap gimmick belaka ya. Memang, teh hijau sudah jauh lama dikenal sebagai minuman yang punya banyak banget manfaat bagi kesehatan. Namun, dalam penggunaan teh hijau sebagai cara untuk menurunkan berat badan, banyak orang yang salah langkah karena caranya yang berlebihan. Padahal, kalau digunakan dengan tepat ya bisa aja kok jadi teman diet kamu. Nah apa aja kira-kira manfaat teh hijau untuk diet?

    Manfaat Teh Hijau untuk Diet

    Sebelum beralih ke topik utama, disclaimer aja ya. Minto ingin memberikan manfaatnya dulu sebelum membahas bahayanya. Jadi bukan berarti teh hijau nggak ada manfaatnya sama sekali, ada, dan banyak. Coba kita lihat manfaat apa yang teh hijau punya dan kenapa banyak orang mau mengonsumsinya.

      1. Meningkatkan Metabolisme

      Teh hijau punya kandungan senyawa katekin, terutama Epigallocatechin Gallate (EGCG). Kandungan ini terbukti dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Kalau tubuh kita punya metabolisme yang baik secara nggak langsung proses pembakaran kalori akan terjadi secara lancar juga. Sehingga, dapat membantu kita dalam proses penurunan berat badan.

        2. Mengurangi Lemak Tubuh

        Banyak orang yang percaya kalau konsumsi teh hijau secara teratur dapat membantu mengurangi lemak tubuh, terutama di sekitar perut. Tapi, hingga saat ini belum ada panduan resmi untuk berapa kali anjuran konsumsi teh hijau yang baik dalam sehari. Selain itu, mengurangi lemak tubuh juga nggak serta-merta hanya bisa berkurang karena konsumsi teh hijau. Tapi, harus diimbangi dengan kegiatan olahraga yang aktif.

          3. Mengendalikan Nafsu Makan

          Teh hijau juga dipercaya bisa mengendalikan nafsu makan. Hal ini disebabkan karena kandungan kafein pada teh hijau dapat menstimulasi hormon leptin dan menghambat hormon ghrelin, sehingga membuat kita untuk mencegah makan lebih banyak. Kedua hormon ini dikenal sebagai hormon pengatur lapar dan kenyang pada otak.

            4. Meningkatkan Oksidasi Lemak

            Komponen pada teh hijau diklaim dapat meningkatkan oksidasi lemak. Oksidasi lemak adalah proses di mana tubuh menggunakan sisa-sisa lemak yang ada untuk dijadikan sebagai sumber energi. Secara nggak langsung, penurunan berat badan bisa aja terjadi karena cadangan lemak pada tubuh berkurang.

            Dengan klaim dan kepercayaan pada manfaat yang ada, ya nggak heran juga kalau banyak orang yang tertarik untuk menjadikan teh hijau jadi salah satu alternatif yang effortless untuk menurunkan berat badan. Tapi, dengan alasan tersebut banyak orang yang percaya dengan ala kadarnya sehingga membuat mereka mengonsumsinya dengan berlebihan. Padahal, ada konsekuensi yang harus dibayar.

            Bahaya dan Efek Samping Teh Hijau

            Selalu waspada dan sadar dengan setiap makanan yang masuk ke mulut adalah cara paling bijak untuk menjalani pola hidup yang sehat. Teh hijau yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Ini beberapa hal yang wajib kamu tau tentang bahaya dan efek samping teh hijau

              Kandungan Kafein

              Seperti pisau bermata dua. Meskipun punya manfaat, kafein juga bisa menjadi berbahaya. Kafein pada teh hijau yang dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan efek samping seperti kegelisahan dan kecemasan. Kalau dilakukan secara terus menerus akan memberikan gangguan tidur yang mana akan berefek pada sakit kepala dan membuat detak jantung tidak teratur. Kafein juga dapat menyebabkan ketergantungan kalau dikonsumsi secara berlebihan.

              Efek konsumsi kafein terus-terusan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan pada jantung lainnya. Ditambah, kafein juga bisa menstimulasi produksi asam lambung secara berlebihan. Kalau kamu sensitif dengan kafein, konsumsi teh hijau berlebihan bisa jadi bumerang.

                Gangguan Pencernaan

                Teh hijau mengandung zat yang dapat mengiritasi lambung dan saluran pencernaan. Konsumsi berlebihan teh hijau bisa memunculkan kondisi diuretik. Kondisi yang dapat membuat perut kamu kembung, mules, mual bahkan diare. Terutama kalau konsumsi teh hijau dilakukan dengan keadaan perut yang kosong atau memang sudah ada riwayat penyakit sebelumnya.

                Kalau kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, bisa menimbulkan penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Menimbulkan gejala yang sangat menyiksa dan membuat kehidupan sehari-seharimu terganggu. 

                  Interaksi Obat

                  Kandungan dalam teh hijau dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Menyebabkan mengurangi efektivitas pada obat tersebut dan meningkatkan risiko efek samping. Misalnya kandungan kafein pada teh hijau dapat mempengaruhi proses metabolisme obat tertentu.

                  Selain kafein, ada katekin juga yang dapat mempengaruhi penyerapan obat dalam tubuh. Penting untukmu berkonsultasi dahulu untuk berkonsultasi sebelum mengonsumsi teh hijau apabila kalau kamu rutin atau sedang mengalami pengobatan.

                    Risiko Hepatitis

                    Pada beberapa kasus, konsumsi berlebihan teh hijau sering dikaitkan dengan kerusakan hati atau toksisitas hepatik. Risiko ini terjadi pada individu yang sering mengonsumsi suplemen berkonsentrasi tinggi dari ekstrak teh hijau. Tentu kalau kamu mengalami hepatitis akan merasakan gejala seperti nyeri pada bagian abdomen, mual dan muntah, dan kulit serta mata yang menguning.

                      Efek Negatif pada Kesehatan Jantung

                      Meskipun teh hijau umumnya dianggap baik untuk kesehatan jantung, konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung atau dikenal dengan aritmia. Selain itu, kandungan katekin dalam teh hijau juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung seperti peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, orang-orang yang sudah punya kondisi riwayat penyakit jantung sebaiknya sih mulai mengurangi konsumsi teh hijau. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

                      Tujuan Minto bukan untuk menakut-nakuti pembaca, nggak kok. Minto hanya ingin memberikan kesadaran tentang apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan memberikan konsekuensi yang nyata juga. Terlebih lagi, dalam melakukan program diet hal ini bukan anjuran yang buruk. Kalau kamu ingin menurunkan berat badan, lakukan dengan cara-cara yang aman dan membuat kamu nyaman.

                      Tips Diet yang Aman

                      Banyak kok cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan berat badan dengan cara yang aman. Teh hijau adalah salah satu alternatif tapi bukan berarti cara yang paling baik. Ada cara yang lebih baik dengan risiko yang lebih kecil. Di bawah ini adalah cara-cara yang paling baik untuk Minto rekomendasikan ke kalian.

                        Atur Porsi Makan Secara Terukur

                        Mengatur porsi makan adalah cara yang paling aman. Cara ini membuat kamu lebih sadar dan meningkatkan mindful eating mu. Mulailah dengan mengenali kebutuhan kalori kamu dan menerapkannya dengan mengukur porsi di setiap waktu makanmu. Lebih baik untuk mengatur porsi secara kecil dengan frekuensi yang teratur daripada makan sekali dengan porsi yang besar. Ini akan membuatmu kenyang secara bertahap dan mengurangi lonjakan gula darah yang berlebihan.

                          Makan dengan Gizi yang Seimbang

                          Ada beberapa nutrisi yang wajib harus kamu penuhi dalam sehari yang dinamakan makronutrien. Sedangkan, ada nutrisi yang baik juga kamu cerna sebagai pemenuhan gizi yang baik seperti mikronutrien. Makro dan mikro nutrisi ini punya peran penting dalam tubuh, terutama peningkatan metabolisme. Cara untuk memenuhi keseimbangan gizi adalah dengan melengkapi satu piring kamu dengan makanan yang kaya akan serat, protein, karbohidrat, dan lemak sehat. Kemenkes telah memudahkan kita untuk memenuhi gizi seimbang dengan metode piring T.

                            Tingkatkan Kebutuhan Serat Harian

                            Kebutuhan serat harian adalah 25-30 gram perhari. Serat baik bagi kamu yang sedang diet dan menurunkan berat badan karena efeknya yang bisa membuat kita kenyang lebih lama dan mencegah kita untuk makan lebih banyak daripada biasanya. Selain itu, serat juga berfungsi mengoptimalkan sistem pencernaan dan menyerap lemak yang dibuang melalui feses.

                            Sumber serat yang baik adalah terbuat dari sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan atau biji-bijian. Memang, cukup banyak kebutuhan serat kita dalam sehari. Makanya, ada baiknya kamu minum makanan tambahan yang mengandung serat tinggi seperti Hotto Purto. Terbuat dari 15 macam biji-bijian dan kacang-kacangan utuh, dikombinasikan dengan oat dan ubi ungu. Menjadikan Hotto Purto sebagai makanan tambahan yang tinggi serat, sehingga dapat membantu kamu untuk menurunkan berat badan dengan cara yang aman.

                            Praktis dan nyaman dikonsumsi. Turunkan berat badanmu sekarang, check out Hotto Purto di sini ya.

                            You might also like...