Gaya hidup berkelanjutan atau sustainable living adalah gaya hidup yang mempedulikan kelestarian lingkungan dan kesehatan tubuh. Tak jarang orang enggan menjalani gaya hidup ini karena dianggap kurang praktis dan tidak memberikan manfaat.
Bahkan ada yang menafsirkan kalau gaya hidup ini serba minimalis, padahal tidak begitu kenyataannya. Kalau kamu berencana menjalani gaya hidup ini, mari pahami dulu artikel sebagai berikut!
Pentingnya Gaya Hidup Berkelanjutan
Pastinya kamu pernah mendengar isu mengenai menipisnya sumber daya di dunia. Berawal dari masalah tersebut, beberapa orang mulai sadar dan bergerak untuk memanfaatkan sumber daya yang tersisa dengan bijak. Maka terciptalah gaya hidup berkelanjutan.
Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres
Gaya hidup ini bertujuan supaya sumber daya yang masih tersisa masih bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Selain itu, gaya hidup ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan lingkungan akibat aktivitas sehari-hari manusia.
Dengan gaya hidup ini, kamu bisa turut melestarikan bumi untuk generasi mendatang dan generasimu.
Cara Menerapkan Gaya Hidup Berkelanjutan
Mengingat tujuannya adalah mengurangi kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, maka penerapan dari gaya hidup ini berfokus pada aktivitas yang menguntungkan lingkungan, seperti:
Menggunakan Transportasi Umum
Tidak hanya membantu mengurangi kemacetan, menggunakan transportasi umum juga termasuk penerapan dari gaya hidup ini. Dengan menggunakan transportasi umum, kamu turut mengurangi polusi udara serta penggunaan bahan bakar fosil.
Lagipula, menggunakan transportasi umum juga memberikan keuntungan seperti biayanya lebih terjangkau dan tak perlu letih mengendara. Jika jaraknya dekat, lebih baik berjalan kaki atau bersepeda.
Hemat Penggunaan Air
Air adalah sumber daya berharga yang dianggap remeh. Banyak kebiasaan sepele yang bisa membuang air bersih secara sia-sia, misalnya tidak mematikan keran saat tidak digunakan, tidak memperbaiki pipa bocor, atau mandi lama dengan shower.
Jika dilakukan secara terus-menerus, ini akan membawa dampak serius bagi ketersediaan air bersih di masa depan.
Sebagai langkah sederhana, kamu bisa mulai memperbaiki kebiasaan kecil seperti menggunakan air cucian sayur untuk menyiram tanaman, menampung air hujan untuk mencuci kendaraan dan baju, menyikat gigi dengan air secukupnya dan lainnya.
Menerapkan gaya hidup berkelanjutan ini bisa menghemat hingga beberapa liter air setiap harinya.
Menggunakan Produk Ramah Lingkungan
Mulailah gunakan produk ramah lingkungan, seperti deterjen tanpa SLS, sampo batangan, pembalut kain, pembersih serbaguna dari eco-enzyme, sedotan stainless, dan masih banyak lagi.
Semua produk tersebut dibuat dengan tujuan tidak menambah kerusakan pada lingkungan. Biasanya ada label eco-friendly di kemasan produk.
Namun waspada terhadap praktis greenwashing, yaitu praktik nakal yang mengklaim produk terbuat dari bahan natural, padahal menggunakan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan. Biar tidak terjebak ke perangkap ini, penting memilih brand yang terpercaya.
Memilah Sampah dan Mengubahnya Menjadi Kompos
Gaya hidup berkelanjutan juga bisa dilakukan dengan memilah sampah. Jangan campur sampah organik dan anorganik.
Adapun maksud sampah organik sendiri adalah sisa makanan, sayuran, buah-buahan, sekam padi, ampas kopi, cangkang telur, dan daun-daun kering. Sedangkan sampah anorganik meliputi kayu, kertas, plastik, kaca, dan bahan-bahan yang tidak bisa diproses alami.
Kamu bisa mengolah sampah organik menjadi kompos dengan cara berikut:
- Masukkan sampah organik ke ember dengan tutup.
- Tambakan tanah dengan perbandingan 1:1 dengan sampah organik.
- Siram permukaan tanah dengan air.
- Lalu taburi sekam di atasnya.
- Siram lagi dengan air yang dicampur EM4.
- Kemudian lapisi lagi dengan tanah di atasnya.
- Tutup dan biarkan pengomposan berlangsung selama tiga minggu.
Menghindari Wadah Sekali Pakai
Wadah sekali pakai seperti plastik kresek, tas plastik, botol plastik, hingga wadah berbahan styrofoam, sangatlah buruk untuk lingkungan. Pasalnya barang-barang tersebut terbuat dari bahan plastik yang membutuhkan waktu hingga ratusan tahun agar terurai.
Jika sudah terurai, bahan-bahan tersebut akan menjadi mikroplastik yang jauh lebih berbahaya.
Mikroplastik bisa ditelan hewan dan ikan tanpa sengaja. Maka biar hal itu bisa dicegah, mulailah bawa tas kain, botol minum, dan tempat makan pribadi saat ingin keluar rumah. Dengan begitu ketika kamu ingin membeli sesuatu di luar, kamu tak perlu menggunakan wadah sekali pakai lagi.
Menghemat Penggunaan Listrik
Langkah yang dicoba berikutnya yaitu dengan menghemat penggunaan energi listrik di rumah ketika tidak dibutuhkan. Selain menjaga lingkungan, menggunakan energi listrik secukupnya juga akan menghemat tagihan bulanan.
Beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan seperti menggunakan lampu LED yang hemat energi, mencabut charger yang tidak terpakai, memilih perangkat elektronik dengan label ‘energy saving’.
Melakukan Reuse Barang-barang Tertentu
Tidak semua barang harus dibuang, beberapa masih bisa dipakai kembali, contohnya cup kertas, cup plastik, kaleng soda, atau kardus. Kamu masih bisa memanfaatkan barang-barang tersebut.
Cup plastik bisa menjadi wadah alat tulis, kardus untuk menyimpan barang-barang di gudang, atau kaus bekas untuk lap dapur. Dengan melakukan ini, kamu memberikan kesempatan kedua terhadap barang-barang tersebut agar tidak terbuang sia-sia.
Tantangan Gaya Hidup Berkelanjutan
Banyak yang menganggap kalau gaya hidup ini tidak untuk semua orang, pasalnya biayanya mahal, pilihan produknya terbatas, dan sulit meninggalkan kebiasaan lama. Padahal tidak semuanya benar.
Kamu tak perlu mengeluarkan uang untuk memulai gaya hidup ini. Justru gaya hidup ini bisa menghemat pengeluaranmu. Kamu tak harus membeli sedotan stainless, melainkan cukup menggunakan sedotan yang ada di rumah atau tidak menggunakan sedotan sama sekali.
Deterjen dengan label ramah lingkungan juga tidak perlu dibeli, karena bisa menggunakan baking soda dan cuka untuk mencuci baju.
Selalu ada solusi dari tantangan yang ada, pasalnya kunci sukses dari gaya hidup berkelanjutan adalah konsisten dan bijaksana dalam membuat pilihan untuk masa depan yang lebih baik.
Mulai Gaya Hidup Berkelanjutan, Emang Sulit?
Tentunya tidak, asalkan mulai dengan langkah kecil yang konsisten. Untuk mengawali perjalanan kamu dalam mengadopsi gaya hidup ini, kamu bisa mencoba bergabung ke komunitas dengan minat yang sama.
Ini akan memberikan semangat dan kemudahan menjalani kebiasaan baru. Mulailah dari menghentikan keran air dan lampu saat tidak digunakan, lama-lama kamu akan terbiasa dan meningkatkan upaya untuk gaya hidup yang berkelanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja contoh produk ramah lingkungan?
Produk ramah lingkungan adalah produk yang bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak menjadi sampah sekali pakai. Contohnya tas belanja kain, botol minum stainless-steel, lampu LED, baterai rechargeable, baju secondhand, pembalut kain, alat makan, dan lainnya.
Apa saja manfaat bersepeda untuk lingkungan?
Manfaat bersepeda meliputi mengurangi polusi udara, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan tidak memperparah masalah perubahan iklim.
Bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik?
Beberapa cara yang bisa kamu coba meliputi menggunakan tas kain saat berbelanja, menghindari beli air minum di botol, tidak menggunakan sedotan plastik, hingga menggunakan alat makan pribadi saat makan di luar.

