Apa Itu Heart Rate? Pentingnya Mengetahui Detak Jantung Anda

Apa Itu Heart Rate Pentingnya Mengetahui Detak Jantung Anda

Heart rate adalah jumlah detak jantung yang terjadi dalam satu menit. Jumlahnya bisa berubah-ubah tergantung dari aktivitas yang kamu lakukan. Aktivitas berat seperti berlari, melompat, dan angkat beban bisa meningkatkan detak jantung. 

Pasalnya jantung harus memompa darah secara ekstra agar organ tubuh tidak kekurangan oksigen. Sedangkan saat tidur, detak jantung akan lebih rendah karena tubuh tak membutuhkan banyak energi.

Namun gaya hidup dan kebiasaan juga sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung. Tetapi tenang, ada cara untuk menjaga biar detak jantung tetap normal. Semuanya sudah dibahas di bawah ini!

Rentang Heart Rate Normal

Heart rate dihitung dengan satuan BPM (beats per minute) atau berapa kali jantung berdetak dalam satu menit. Melansir data yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan, berikut adalah rentang BPM normal saat manusia sedang istirahat:

Rentang Heart Rate Normal
  • Lansia <60 tahun: 96-128 bpm
  • Orang dewasa: 60-100 bpm
  • Anak-anak usia 11-17 tahun: 60-100 bpm
  • Anak usia <10 tahun: 70-120 bpm
  • Bayi baru lahir: 100-205 bpm 

Bayi lahir memang memiliki detak yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena bayi membutuhkan lebih banyak suplai darah untuk menjalankan fungsi tubuh, sehingga jantung harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Cara Menghitung Heart Rate

Dengan mengetahui cara menghitung heart rate, kamu bisa mengambil penanganan yang tepat sekiranya terdeteksi ada gangguan pada detak jantung. Adapun sejumlah cara untuk menghitung detak jantung di antaranya:

Menggunakan Elektrokardiogram (EKG)

EKG adalah alat medis yang fungsinya untuk merekam aktivitas impuls listrik jantung. Alat ini mampu memberikan data yang rinci mengenai kondisi jantung seseorang. 

Cara Menghitung Heart Rate

Akan tetapi tidak semua orang bisa menggunakannya, mengingat alat ini termasuk alat medis profesional. Tetapi dengan alat ini, kamu bisa mengetahui sekiranya ada jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau justru tidak teratur.

Manual dengan Jari

Cara ini direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan kalau kamu belum bisa mengakses perangkat EKG. Namun untuk melakukan cara manual ini, tubuh harus dalam kondisi rileks. 

Sebaiknya tunggu 1-2 jam terlebih dulu kalau kamu baru saja minum kafein, berolahraga, berdiri terlalu lama, atau merasa stres. 

Tujuannya supaya jantung bisa berdetak dengan normal dulu, sehingga hasil perhitungannya lebih akurat. Jika sudah siap, ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Posisikan tangan hingga telapak tangan menghadap ke atas
  • Letakkan tiga jari di atas arteri
  • Tekan sedikit sampai kamu merasakan denyut nadi di bawah jari
  • Hitung setiap kali terasa denyut selama 30 detik
  • Lalu, jumlah denyut tersebut dikalikan dengan 2, maka kamu akan mengetahui detak jantungmu dalam satu menit

Faktor yang Memengaruhi Heart Rate

Cepat atau lambatnya detak jantung bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik aktivitas, usia, maupun kondisi kesehatan tertentu. Ketahui baik-baik berikut sejumlah hal yang memengaruhi detak jantung seseorang: 

Stres

Melansir Medical News Today, tubuh yang stres akan melepaskan hormon epinefrin, yaitu hormon adrenalin yang membuat detak jantung meningkat selama beberapa saat. 

Sebetulnya kondisi ini adalah insting alami manusia. Peningkatan detak jantung merupakan sinyal supaya tubuh mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi berbahaya (flight or fight response). 

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, karena jantung terus-menerus memompa aliran darah.

Olahraga Intens

Aktivitas yang kamu lakukan juga memengaruhi detak jantung. Saat berolahraga, sangat wajar kalau detak jantung meningkat. 

Berdasarkan jurnal dari University of California, semakin intens olahraga yang kamu lakukan, maka jantung akan bekerja ekstra untuk memastikan suplai darah ke fungsi tubuh tetap terpenuhi.

Pasalnya selama olahraga, otot-otot tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. 

Usia

Setiap jenjang usia mempunyai rentang detak jantung normal yang berbeda-beda. Bayi yang baru lahir akan memiliki 100-205 bpm, karena ukuran jantung yang masih kecil sehingga butuh upaya ekstra untuk memompa darah ke seluruh organ tubuh.

Sedangkan orang dewasa lebih rendah hanya 60-100 bpm. Hal ini karena orang dewasa mempunyai ukuran jantung yang lebih besar, sehingga kinerjanya lebih efisien dalam memompa darah.

Kondisi Kesehatan

Beberapa penyakit juga menyebabkan gangguan detak jantung, misalnya hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak, sehingga  turut meningkatkan metabolisme tubuh. 

Metabolisme yang meningkat pertanda kalau organ tubuh butuh lebih banyak oksigen, sehingga jantung akan bekerja ekstra. Sebaliknya kondisi hipotiroidisme atau kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid, justru menyebabkan fungsi tubuh melambat, termasuk detak jantung.

Obat-obatan

Beberapa obat bisa menyebabkan detak jantung cepat, tetapi ada juga yang menyebabkan detak jantung lambat. 

Contoh obat yang menyebabkan detak jantung cepat adalah stimulan yang mengandung kafein. Zat yang biasa ditemukan dalam teh dan kopi ini berperan seperti hormon adrenalin, sehingga jantung berdetak cepat.

Sedangkan obat beta-blocker justru menyebabkan detak jantung lambat, contohnya seperti propranolol. Obat ini bekerja dengan menghambat efek adrenalin pada jantung, sehingga membuat detak jantung menjadi lebih lambat.

Gangguan Heart Rate Tidak Normal

Apabila detak jantung seseorang di luar dari rentang normal yang Kemenkes sebutkan, maka itu bisa pertanda adanya gangguan kesehatan. Secara umum gangguan kecepatan detak jantung dibagi menjadi dua, yaitu takikardia dan bradikardia.

Takikardia

Takikardia adalah kondisi apabila jantung berdetak terlalu cepat melebihi 100 bpm. Ketika jantung berdetak cepat, belum tentu penyebabnya karena gangguan medis. 

Bisa jadi karena kamu baru saja mengonsumsi kafein, sehingga kondisi ini hanya berlangsung sementara. Pasalnya kafein bisa merangsang sistem saraf untuk melepaskan hormon adrenalin yang membuat jantung berdetak cepat.

Sedangkan jika takikardia tak kunjung mereda, bisa jadi penyebabnya karena masalah aritmia, yaitu gangguan pengiriman sinyal listrik jantung yang mengatur kapan jantung harus berdetak. Karena sinyalnya terganggu, jantung cenderung berdetak cepat dan tidak sinkron.

Bradikardia

Kondisi ini kebalikan dari kondisi sebelumnya. Indikasinya yaitu jantung berdetak di bawah 60 denyut per menit. 

Akibatnya suplai darah tidak terpompa maksimal ke seluruh anggota tubuh. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, organ-organ tubuh akan kekurangan oksigen dan fungsinya terganggu. 

Kamu bisa mengalami sesak napas akibat sirkulasi darah yang buruk atau merasa linglung karena otak tidak mendapatkan asupan darah yang cukup. 

Bradikardia sendiri dapat disebabkan oleh kondisi hipotiroidisme. Kondisi ini menyebabkan metabolisme tubuh melambat, sehingga tubuh tak membutuhkan banyak oksigen untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya jantung berdetak lebih lambat dari angka seharusnya.

Cara Menjaga Heart Rate Agar Tetap Normal

Biar terhindar dari penyakit-penyakit tadi, kamu perlu memelihara kesehatan jantung dengan menjaga heart rate agar tetap normal. Melansir Siloam Hospitals, beberapa cara yang bisa kamu lakukan meliputi:

Mengelola Stres

Stres menyebabkan lonjakan hormon kortisol dan adrenalin, yang mana meningkatkan detak jantung. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik bisa membantu menjaga detak jantung tetap stabil.

Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres

Cobalah meditasi atau yoga untuk membantu tubuh rileks dan mengurangi rasa tegang. Kamu juga bisa menyalurkan stres dengan melakukan hobi yang kamu sukai. Melakukan hobi dinilai bisa menurunkan hormon kortisol, sehingga tubuh kembali tenang.

Hindari Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan memperburuk kinerja jantung. Nikotin dalam rokok dapat meningkatkan detak jantung dan meningkatkan tekanan darah. 

Melansir National Institutes of Health, nikotin akan merangsang produksi hormon norepinefrin atau noradrenalin. Hormon tersebut berinteraksi dengan reseptor tertentu dalam jantung yang menyebabkan percepatan detak jantung.

Maka berhenti merokok adalah salah satu langkah efektif untuk menjaga detak jantung yang normal.

Mengonsumsi Makanan dengan Nutrisi Lengkap

Makanan dengan nutrisi lengkap membantu menjaga detak jantung tetap normal. Hal ini karena nutrisi yang tepat membantu efisiensi jantung dalam memompa darah. 

Contohnya, serat dalam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian membantu mengurangi menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. 

Mengonsumsi Makanan dengan Nutrisi Lengkap

Dengan begitu tubuh terhindar dari risiko penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan gangguan detak jantung. 

Kalau pembuluh darah bersih dan lancar, jantung pun tidak perlu bekerja ekstra untuk memompa darah, sehingga detak jantung tetap normal. 

Rekomendasi Minuman untuk Mengontrol Kolesterol 

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan detak jantung tidak normal. Untuk menjaga kestabilan kolesterol, konsumsi serat adalah kunci. Serat membantu menyerap dan membuang kolesterol berlebih. 

Dengan mengontrol kadar kolesterol, risiko penyempitan pembuluh darah dapat dihindari, sehingga aliran darah tetap lancar dan jantung berdetak normal.

Kamu bisa coba Hotto Mame sebagai pilihan minuman kaya serat. Minuman ini mengandung 6 gr serat per sajian yang berasal dari biji-bijian pilihan, seperti oat, barley, dan millet. Dengan rutin mengonsumsinya, Hotto Mame bisa bantu stabilkan kolesterol. Yuk jaga kolesterolmu dengan Secangkir Hotto mulai hari ini!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Heart rate dan nadi apakah sama?

Tidak. Heart rate adalah jumlah detak jantung dalam satu menit. Sedangkan nadi adalah sensasi denyut yang bisa dirasakan pada permukaan kulit, khususnya di pergelangan tangan dan leher. Denyut nadi muncul akibat aliran darah yang dipompa jantung. 

Heart rate tinggi disebut apa?

Dalam dunia medis, detak jantung cepat disebut takikardia. Kondisi ini merujuk pada detak jantung yang tidak normal, karena detak bisa berdetak lebih dari 100 kali per menit meski dalam kondisi istirahat. Melansir Alodokter, penyebabnya bisa karena gangguan impuls listrik yang berfungsi dalam mengontrol detak jantung.

Obat antiaritmia apa saja?

Melansir Alodokter, ada beberapa obat untuk menangani detak jantung tidak normal, di antaranya verapamil, digoxin, dan propranolol. Obat-obatan tersebut bekerja dengan memengaruhi impuls listrik di jantung sehingga membantu mengembalikan detak ke irama yang norma. Namun konsumsi obat-obatan tersebut harus berdasarkan resep dokter.

Apa efek samping detak jantung cepat?

Dalam artikel oleh Heartology.id, salah satu efek samping detak jantung yang terlalu cepat adalah pusing. Ketika jantung berdetak terlalu cepat, jantung tak memiliki cukup waktu untuk mengisi darah dengan oksigen. Akibatnya, otak kekurangan pasokan oksigen, yang dapat menyebabkan pusing.

You might also like...