Kista adalah kantung berisi cairan yang bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, misalnya punggung, wajah, lengan, bahkan rahim. Biasanya pengobatan kista harus melalui prosedur pembedahan atau penyedotan cairan dengan jarum halus.
Namun tahukah ternyata ada beberapa makanan yang dipercaya bisa mengecilkan kista secara alami? Memang apa hubungan kista dengan makanan? Biar lebih paham, yuk simak dulu rangkuman yang ada di bawah ini!
Hubungan Makanan dan Kista
Mengonsumsi makanan penghancur kista dipercaya sebagai pengobatan alternatif bagi sebagian orang. Padahal tidak ada penelitian yang menyebutkan bahwa makanan bisa secara langsung mengecilkan apalagi menghancurkan kista.
Seorang praktisi kesehatan, Debra Rose Wilson, menyebutkan kebanyakan kista akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun. Ini yang menjadi alasan dokter mungkin tidak langsung menyarankan pembedahan.
Namun kista bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman, seperti nyeri, kaku atau kesemutan pada area kista yang berada. Dalam hal ini makanan tertentu bisa meredakan gejala tersebut dengan mengurangi inflamasi, menjaga keseimbangan hormon, dan mempertahankan kesehatan tubuh.
Tetapi efek yang ditimbulkan mungkin tidak sama pada semua pasien, karena tergantung factor usia, ukuran kista, dan sudah berapa lama kista tersebut ada.
Rekomendasi Makanan Penghancur Kista
Sebetulnya istilah yang lebih tepat untuk ini adalah makanan pendukung penyembuhan kista. Mengonsumsi makanan-makanan ini bisa mempercepat proses pengecilan kista secara alami jika dikonsumsi secara rutin. Adapun makanan yang perlu ditambahkan ke piringmu yaitu:
Makanan Kaya Serat
Melansir Healthmatch.io, serat adalah zat penting yang fungsinya menyehatkan sistem pencernaan. Selain bekerja untuk memastikan buang air besar lancar, serat juga membantu mengeluarkan kelebihan hormon estrogen dari dalam usus.
Baca Juga: Multigrain: Sumber Serat Terbaik untuk Pencernaan Optimal
Bagi yang belum tau, estrogen adalah hormon pada wanita yang memengaruhi perkembangan folikel pada ovarium. Seharusnya folikel yang memiliki telur, pecah saat ovulasi. Tetapi estrogen berlebih membuat proses ini terganggu, sehingga folikel tidak pecah dan justru terus berkembang menjadi kista.
Untuk itu, perbanyak konsumsi serat agar estrogen berlebih bisa di atasi. Adapun makanan-makanan yang mengandung serat di antaranya:
- Biji-bijian utuh: Barley, quinoa, oat, millet
- Sayuran hijau: Bayam, brokoli, kale, kol, kacang hijau, asparagus
- Buah-buahan rendah gula: Apel dengan kulit, pir dengan kulit, persik, jambu biji dengan biji, buah naga merah
- Kacang-kacangan: Almond, kacang tanah, kedelai kuning, kacang mede
- Umbi dengan kulit: Ubi jalar, kentang, wortel, lobak
Asam Lemak Omega-3
Berdasarkan sebuah studi pada 2020, makanan tinggi asam lemak omega-3 bisa membantu meredakan peradangan akibat kista, sehingga membantu menjaga kesehatan penderitanya. Omega-3 akan menghambat sel-sel yang memicu peradangan, seperti netruofil dan makrofag.
Dengan menghambat produksi sel-sel tersebut, asam lemak omega-3 bisa meredakan rasa nyeri yang timbul akibat pembengkakan oleh kista. Beberapa makanan yang dikenal mengandung asam lemak omega-3 yaitu:
- Ikan laut: Ikan sarden, tuna, salmon
- Biji-bijian: Biji chia, biji flax
- Kacang-kacangan: Kenari
- Minyak: Minyak ikan (suplemen)
Makanan Tinggi Magnesium
Sebuah penelitian pada 2015 membahas bahwa magnesium memiliki sifat anti-inflamasi yang bagus untuk meredakan peradangan. Senyawa ini mampu menurunkan produksi sitokin, yaitu salah satu senyawa yang memicu peradangan.
Baca Juga: Oat: Sumber Nutrisi untuk Kesehatan Optimal
Tidak hanya itu, magnesium juga membantu menjaga keseimbagan hormon dengan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga hormon yang ada dalam darah bisa diserap oleh sel-sel tubuh dengan baik. Untuk mendapatkan manfaat magnesium yang optimal, kamu bisa mengonsumsi makanan seperti:
- Biji labu
- Biji chia
- Alpukat
- Pisang
- Cokelat hitam
- Oat
- Kale
- Yogurt
- Beras merah
Makanan dengan Antioksidan
Antioksidan adalah nutrisi yang dikenal karena kemampuannya dalam memerangi peradangan pada sel-sel dalam tubuh. Pada penderita kista, antioksidan dari makanan membantu mengurangi rasa tidak nyaman dari kista, membuatnya bisa menurunkan gejala kista.
Antioksidan juga membantu mengurangi kram yang diakibatkan dari kista. Beberapa sumber antioksidan yang bisa dicoba yaitu:
- Cokelat hitam dengan 70% kakao
- Kunyit
- Jahe
- Tomat
- Anggur merah
- Bawang putih
- Delima
- Kiwi
- Lidah buaya
Makanan kaya Vitamin D
Vitamin D bermanfaat untuk menjaga sel-sel tubuh dan melindunginya dari kerusakan. Manfaat tersebut berguna untuk mengurangi kerusakan sel-sel pada ovarium yang menyebabkan kista ovarium.
Vitamin D juga mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu tubuh bisa melawan peradangan kronis yang berpotensi tumbuh menjadi kista. Vitamin D sendiri bisa didapat dari sinar matahari pagi dan beberapa jenis makanan. Beberapa makanan kaya vitamin D, yaitu:
- Kuning telur
- Jamur kancing
- Suplemen minyak ikan
- Jamur shiitake
- Salmon
- Tuna
Pantangan Makanan bagi Penderita Kista
Melansir Halodoc, penderita kista hendaknya memerhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Makanan untuk kista sebelumnya bagus untuk meredakan gejala kista, namun ada juga beberapa makanan yang perlu dibatasi agar kista tidak berkembang menjadi penyakit berbahaya lain. Contohnya:
Daging Merah
Daging seperti daging sapi, kambing, babi, dan jeroan tidak sehat jika dikonsumsi berlebihan. Hal ini karena daging merah mengandung heterocyclic amines yang bisa menambah peradangan di dalam tubuh. Senyawa tersebut muncul setelah daging merah dipanggang dalam suhu tinggi.
Makanan Tinggi Gula
Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Jika gula darah meningkat, kadar insulin juga akan meningkat. Ini bisa memicu ketidakseimbangan hormon, seperti peningkkatan produksi estrgen yang bisa memperparah kondisi kista.
Kafein
Penderita kista juga harus membatasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan alkohol. Melansir artikel dari Ciputra Hospital, konsumsi kafein berlebihan akan menyebabkan fluktuasi hormon estrogen sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon.
Kesimpulan
Jika tertarik menerapkan diet untuk kista dengan mengonsumsi makanan-makanan di atas, penting diingat kalau pengendalian kista tetap membutuhkan pertolongan medis. Apalagi jika kista memicu gejala seperti mual, muntah-muntah, nyeri perut hebat, pusing, dan demam.
Gejala tersebut bisa jadi pertanda kista pecah yang berpotensi menyebabkan infeksi kalau tidak segera ditangani. Oleh karena itu, segera dapatkan penanganan dokter spesialis organ dalam supaya bisa mengetahui jenis kista dan penanganan yang tepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah makanan tertentu dapat membantu memperkecil kista?
Makanan tidak bisa memperkecil kista secara langsung. Namun makanan tinggi antioksidan dan kaya serat bisa membantu meredakan peradangan dan membuang kelebihan estrogen dari dalam usus. Dengan begitu keseimbangan hormon estrogen tetap terjaga.
Apakah kista ovarium bisa mempengaruhi kesuburan?
Kista ovarium bisa mempengaruhi kesuburan Wanita, khususnya jika kista tersebut menghalangi proses ovulasi. Namun dengan menerapkan gaya hidup sehat untuk wanita, seseorang masih bisa hamil setelah kista tersebut diangkat atau diobati.
Apakah kista bisa kambuh setelah diangkat?
Iya, pada beberapa kasus kista masih bisa kambuh setelah diangkat. Hal ini karena penyebab munculnya kista belum ditangani dengan sempurna. Oleh karenanya, obati dulu penyebabnya biar kista tidak tumbuh lagi. Penyebabnya bisa karena ketidakseimbangan hormon atau peradangan kronis.

