
Banyak orang langsung panik saat mendengar kata ‘kolesterol’. Makanan enak pun sering jadi kambing hitam. Padahal, nggak semua makanan yang sering dituduh bikin kolesterol naik itu benar-benar berbahaya. Faktanya, banyak dari persepsi tersebut yang merupakan mitos saja. Jangan sampai karena terlalu selektif memilih makanan malah buat kamu kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Nah, di artikel ini kita akan bongkar satu per satu mitos dan fakta seputar makanan yang sering dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Jadi, nggak perlu khawatir lagi deh saat memilih menu makanan harian.
Mitos vs Fakta Seputar Makanan
Masih ada banyak mitos soal makanan dan kolesterol yang bikin masyarakat jadi takut saat pilih makanan. Jangan sampai keliru! Ini dia mitos dan fakta yang perlu kamu ketahui:
- Telur Bikin Kolesterol Naik
Mitos. Bagian kuning telur memang mengandung kolesterol, tapi bukan berarti kamu nggak boleh makan telur sama sekali. Kadar lemak dalam telur juga berbeda-beda, tergantung dari jenisnya.
Misalnya: Lemak dalam telur ayam kampung lebih kecil (2,7 gram) dibandingkan telur ayam negeri (4,9 gram).
Jumlah ini tidak terlalu signifikan, apalagi kalau kamu hanya makan 1-2 telur dalam sehari. Dan telur pun sumber protein yang tinggi, jadi sayang banget kalau kamu lewatkan. Yang harus diperhatikan itu cara pengolahannya, lebih baik direbus aja atau dikukus agar tidak menambah kadar kolesterol dalam telur itu.
- Kacang Berisiko Menaikkan Kolesterol
Mitos. Justru kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan baik untuk kesehatan jantung. Misalnya, kacang almond, kacang merah, macadamia, dan sebagainya.
Selain itu, kacang juga merupakan sumber serat larut yang bantu mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan dan mengeluarkannya dari tubuh.
- Makanan Manis Nggak Baik Untuk Kolesterol
Fakta. Banyak yang mengira makanan manis hanya buruk untuk gula darah aja. Padahal, makanan tinggi gula juga bisa meningkatkan kadar trigliserida dalam tubuh–sejenis lemak yang disimpan dalam darah yang bisa menaikkan kadar kolesterol jahat kamu.
Makanan manis dengan gula tambahan, seperti kopi instan, permen, kue bisa diam-diam menaikkan kolesterol dalam darah. Menurut American Heart Association, asupan gula tambahan harian sebaiknya tidak lebih dari 25 gram untuk wanita, dan 36 gram untuk pria.

- Daging Tanpa Lemak Aman Untuk Kolesterol
Fakta. Pilihlah bagian daging yang rendah lemak, seperti dada ayam tanpa kulit atau daging sapi bagian paha belakang (round). Kandungan lemak jenuhnya cenderung lebih rendah dibanding yang lain. Asalkan, cara pengolahannya juga tidak digoreng supaya kadar lemak jenuhnya pun tidak bertambah. Kamu bisa memanggang, mengukus, atau di air fryer tanpa harus menggoreng.
- Minyak Zaitun Bikin Kolesterol Tinggi
Mitos. Minyak zaitun justru merupakan sumber lemak baik yang baik untuk menjaga kesehatan jantung kamu. Selain itu, minyak zaitun juga mengandung lemak tak jenuh ganda, seperti omega-3 yang penting untuk menjaga proses metabolisme tubuh. Tapi tetap, jangan berlebihan ya agar manfaatnya maksimal.
- Makanan Santan Harus Dihindari Total
Mitos. Santan memang mengandung lemak jenuh, tapi bukan berarti kamu nggak boleh mengonsumsinya sama sekali. Asalkan masih dalam jumlah yang wajar dan imbangi juga dengan asupan serat yang cukup. Hindari memasak santan sampai mendidih karena bisa meningkatkan kadar lemak jenuh di dalamnya.
- Roti Gandum Baik Untuk Penderita Kolesterol
Fakta. Roti gandum utuh (whole wheat) memiliki serat yang tinggi. Dimana serat ini dapat mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan membuangnya dari tubuh kamu. Tapi ingat! Pilih roti gandum utuh dan hindari pemakaian margarin atau selai manis yang berlebihan.
Baca Juga: Bukan Cuma Gorengan, Ini Penyebab Kolesterol Kamu Naik!
- Gorengan Alasan Utama Kolesterol
Mitos. Tidak semua penderita kolesterol disebabkan oleh gorengan. Pada dasarnya, gaya hidup buruk lah yang memicu kadar kolesterol kamu naik, seperti jarang berolahraga, makan berlemak, merokok, hingga faktor genetik. Meskipun begitu, sebagian besar penderita kolesterol memiliki satu kebiasaan yang sama, yaitu ‘suka makan gorengan’. Gorengan yang dimasak dengan minyak banyak dapat menghasilkan lemak trans dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Jadi, Harus Konsumsi Apa Agar Kolesterol Tetap Stabil?
Nggak perlu khawatir salah makan ini-itu, Hotto Purto hadir sebagai solusi praktis buat kamu yang ingin kolesterol tetap stabil! Kalau tadi sudah dijelaskan kalau oat, kacang merah, dan gandum itu baik untuk kolesterol–nah, kamu bisa mendapatkan manfaat semuanya dalam satu sachet Hotto.

Hotto adalah minuman berserat tinggi yang mengandung 15 jenis multigrain, ubi ungu kaya antioksidan, dan oat beta glucan yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Selain itu, serat dalam Hotto juga dapat mengikat kolesterol dan memperlancar proses pencernaan kamu. Jadi, kalau kamu ingin menurunkan kolesterol tanpa ribet, Hotto bisa jadi langkah awal yang tepat!
Kesimpulan
Tidak semua daging itu buruk untuk kolesterol dan bukan berarti penderita kolesterol tidak boleh makan telur. Sayangnya, masih banyak mitos yang menyesatkan soal makanan dan kolesterol yang membuat kita jadi takut makan ini-itu. Padahal, yang lebih penting itu menjaga porsi makan kamu tidak berlebihan dan hindari olahan dengan banyak minyak.
Yuk, mulai ubah pola hidup kamu jadi lebih sehat! Kamu bisa mulai dari hal kecil dulu aja, seperti ganti menu sarapan dari nasi uduk jadi oatmeal atau Hotto Purto. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten justru punya dampak besar buat kesehatan tubuh kamu.


