Penyakit Gastritis: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyakit Gastritis Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Penyakit Gastritis Pengertian, Gejala dan Cara Mengatasinya

Hati-hati! Gejala yang kamu kira cuma masuk angin, bisa jadi itu tanda masalah lambung serius. Perut perih, mual walaupun belum makan apa-apa, perut cepat kenyang padahal baru makan sedikit—semua itu bisa jadi tanda kamu sedang mengalami gastritis. Kalau nggak ditangani dengan tepat, bisa berdampak buruk buat kesehatan pencernaan kamu.

Sekarang makin banyak orang kena gastritis karena gaya hidup buruk: makan nggak teratur, ngopi saat perut kosong, stres, makan pedas, dan sebagainya. Makanya, penting banget buat tahu cara ngatasinnya. Yuk kenali penyebab, gejala, dan cara pencegahannya di artikel ini!

Apa itu Gastritis?

Gastritis atau dikenal sebagai maag adalah kondisi ketika dinding lambung mengalami peradangan atau iritasi yang ditandai oleh nyeri di perut yang hebat. Bayangkan dinding lambung kamu itu seperti lapisan pelindung dari cairan asam, saat rusak cairan asam berlebih akan melukai dinding lambung–inilah yang menyebabkan rasa nyeri di perut. 

Ada gastritis akut (sementara) dan kronis (jangka panjang). Bedanya, gastritis akut bisa terjadi secara tiba-tiba karena lambung terkena cairan asam yang berlebih dan mengalami iritasi. Sedangkan, gastritis kronis terjadi akibat peradangan yang berlangsung lama dan menyebabkan kerusakan pada dinding lambung. 

Gejala Gastritis

Setiap orang akan merasakan gejala yang berbeda, tergantung tingkat keparahannya. Tapi umumnya, penderita gastritis akan mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Dada terasa panas atau perih 
  2. Perut mudah kembung
  3. Perut mual, bahkan sampai muntah
  4. Nafsu makan menurun
  5. Cepat merasa kenyang saat makan
  6. Sering cegukan
  7. Feses berwarna hitam
  8. Muntah darah

Yang membedakan gastritis dengan masalah lambung lainnya, seperti GERD adalah lokasi nyerinya. Gastritis biasanya terasa di perut bagian atas atau ulu hati kamu. Kadang gejalanya juga baru dirasakan saat kondisi sudah parah, diikuti sensasi perih dan panas di dada. Kalau kamu merasakan gejala di atas, segera periksa ke dokter ya.

Penyebab Gastritis

Penyebab Gastritis

Ada banyak penyebab terjadinya gastritis, kebanyakan diantaranya berhubungan dengan gaya hidup yang buruk. Berikut beberapa hal diantaranya:

  1. Sering Konsumsi Makanan Pedas dan Berlemak

Capsaicin dalam makanan pedas dapat mengiritasi dinding lambung. Sedangkan, makanan lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, meningkatkan risiko produksi asam berlebih dan memperparah gejalanya. 

  1. Infeksi Helicobacter pylori (H.Pylori)

Bakteri ini dapat menyebabkan produksi asam lambung lebih banyak daripada biasanya dan membuat lapisan lambung mengalami peradangan. Penyebabnya karena air atau makanan yang terkontaminasi, tertular akibat kontak langsung dari air liur orang yang terinfeksi.

  1. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol dapat mengikis lapisan pelindung pada dinding lambung. Selain itu, bisa meningkatkan produksi asam lambung juga. Jadi, kalau dikonsumsi berlebihan akan memicu peradangan dan iritasi yang akhirnya menyebabkan gastritis. 

  1. Efek Daya Tahan Tubuh Menurun

Ada juga kondisi karena daya tahan tubuh menurun, terutama efek penyakit autoimun. Jadi tubuh menyerang sel-sel lambung itu sendiri sampai rusak dan mengalami peradangan (gastritis).

  1. Stres Berlebihan

Banyak yang belum tau, stres berlebih juga dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang akan meningkatkan produksi asam lambung dan merusak lapisan dinding lambung kamu.  

Baca Juga: Solusi Kesehatan Mental: Stress dan Kecemasan Berlebihan
  1. Efek Samping Penggunaan Obat

Penggunaan obat-obatan, terutama analgesik dapat meningkatkan risiko peradangan pada dinding lambung. Beberapa zat di dalamnya dapat menghambat enzim yang melindungi lapisan lambung, sehingga rentan terhadap iritasi. 

  1. Sering Telat Makan

Bukan penyebab utama, tapi telat makan dapat memperparah gejala gastritis kamu. Gastritis sifatnya sering kambuh, kalau kamu sering telat makan maka perut pun akan sering nyeri dan mual. 

Bagaimana Cara Mendiagnosis Gastritis?

Gastritis tidak bisa didiagnosis hanya berdasarkan gejalanya saja. Kamu harus melakukan pemeriksaan dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Berikut beberapa pemeriksaannya:

  1. Pemeriksaan Fisik

Sebelumnya dokter akan menanyakan tentang pola makan, gaya hidup kamu, dan konsumsi obat saat itu. Baru diikuti dengan pemeriksaan fisik dengan menekan perut untuk melihat lokasi nyeri.

  1. Endoskopi

Endoskopi atau pemeriksaan dengan menggunakan alat berkamera yang dimasukkan ke dalam lambung melalui mulut, dilakukan untuk melihat kondisi dinding lambung. Biasanya endoskopi diikuti dengan biopsi atau mengambil sampel jaringan, jika diperlukan.

  1. Tes Nafas Urea H. Pylori

Pasien akan diminta mengembuskan napas ke dalam kantong, biasanya diberikan pil atau cairan yang mengandung urea. Lalu, setelah beberapa menit pasien diminta mengembuskan napas lagi. Sampelnya digunakan untuk mendiagnosis ada atau tidaknya bakteri H. Pylori.

  1. Tes Darah

Tes darah lengkap untuk memeriksa ada atau tidaknya anemia atau penyakit autoimun. Hasil tesnya akan menunjukkan kadar hemoglobin, hematokrit dan parameter sel darah lainnya. 

Cara Mengatasi Gastritis

Cara Mengatasi Gastritis

Jika mengalami gastritis, kamu harus menjalani pengobatan untuk mengatasi ataupun meredakan gejala yang dirasakan. Umumnya, pengobatan dibagi menjadi 2 (dua) kondisi, yaitu:

  1. Gastritis Akut

Pada tahapan ini, kondisi lambung masih ringan obat yang diberikan pun belum keras. Misalnya, obat-obatan antasida atau penurun asam. Diikuti dengan menghindari makanan dan minuman pemicu asam lambung naik, serta istirahat yang cukup. Kalau sedang kambuh, cari makanan bertekstur lembut dan tinggi serat untuk melindungi lambung.

  1. Gastritis Kronis

Biasanya dikarenakan bakteri H. Pylori, penyakit auto imun, maupun peradangan dalam jangka waktu lama. Untuk kondisi ini kamu harus mengikuti beberapa hal berikut ini:

  • Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung
  • Diberikan obat penghambat produksi asam lambung (PPI), seperti omeprazole, lansoprazole, dan sebagainya
  • Jika karena autoimun, biasanya perlu suntikan vitamin B12 secara berkala
  • Jika karena H. pylori, biasanya diberikan antiobiotik

Apakah Gastritis Dapat Dicegah?

Tentu saja. Pada dasarnya, gastritis terjadi karena gaya hidup kita. Jadi, cara terbaik mencegah terjadinya gastritis yaitu dengan menjaga pola makan sehat. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan untuk menghindari penularan infeksi
  2. Menghindari makanan pedas, asam, berminyak pemicu asam lambung naik
  3. Kurangi konsumsi alkohol dan kafein
  4. Rutin berolahraga dan kelola stres
  5. Pastikan untuk tidur yang cukup
  6. Tidak menunda waktu makan
  7. Hindari konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter
  8. Tidak tiduran setelah makan, usahakan tunggu 2-3 jam sampai makanan selesai dicerna oleh lambung
  9. Perbanyak konsumsi makanan yang baik untuk lambung, seperti oatmeal, pisang, sayuran, dan makanan berserat lainnya
Apakah Hotto dapat Meredakan Gejala Gastritis

Apakah Hotto dapat Meredakan Gejala Gastritis?

Ya. Hotto adalah minuman multigrain berserat tinggi yang mudah dicerna dan baik untuk lambung. Serat dalam Hotto dapat membentuk lapisan gel yang akan menjadi pelindung dinding lambung kamu. Teksturnya juga lembut, sehingga ringan di lambung. Selain itu, kandungan 6 gram seratnya juga bisa menyerap asam lambung berlebih, terutama saat kamu konsumsi makanan pedas dan pemicu asam lainnya. 

Terbuat dari 15 multigrain, ubi ungu, dan oat beta glucan yang diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan pencernaan kamu. Jadi, buat kamu yang mengalami gejala gastritis di atas atau punya masalah asam lambung, coba deh minum Hotto

Kesimpulan

Sering disalahartikan sebagai masuk angin, gejala gastritis bukanlah sekadar sakit perut biasa. Dengan memahami gejalanya, kamu bisa mencegah gastritis berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Segera periksa ke dokter jika gejalanya terjadi terus-menerus, bahkan semakin parah. Ubah gaya hidup kamu menjadi lebih sehat untuk penyembuhan yang maksimal.

You might also like...