Jantung dan otak adalah dua organ yang saling berhubungan. Kalau istilahnya menye-menye sih saling melengkapi satu sama lain. Bercanda… tapi serius juga sih. Nggak heran, kalau salah satu dari kedua organ ini mengalami gangguan, organ lainnya akan mengalami disfungsi juga loh.
Contohnya nih, seperti penyakit stroke dan serangan jantung tentu jadi momok setiap orang, karena bisa saja tiba-tiba kedua penyakit tersebut merenggut nyawa. Sekilas, kedua penyakit ini punya gejala yang mirip. Seperti nyeri dada dan sesak napas. Faktanya, stroke dan serangan jantung adalah dua penyakit yang berbeda. Mulai dari penyebab, gejala dan penanganannya juga berbeda juga. Biar makin paham, kamu bisa lihat perbedaan kedua penyakit di bawah ini ya.
Apa Itu Stroke?
Menurut WHO, stroke menjadi penyebab nomor tiga di dunia. Sebanyak 15 juta orang di dunia mengalami stroke di tahun 2023. Satu realita yang paling menyiksa adalah ketika orang mengalami stroke, sebagian besar mereka akan dihadapkan oleh dua pilihan, hidup dengan disabilitas atau menghadapi kematian.
Kemungkinan ini memang bisa saja terjadi mengingat stroke adalah penyakit yang terjadi ketika aliran darah ke otak terputus dan menyebabkan kematian sel-sel otak. Kematian sel-sel otak pada bagian tertentu akan memberikan dampak kelumpuhan pada area-area tertentu pula. Ketika dibiarkan, lama kelamaan otak akan terus kekurangan darah dan membuat seluruh otak mengalami kegagalan atau disfungsi. Ketika hal ini terjadi, mau nggak mau kita siap untuk menerima kenyataan bahwa kita akan hidup secara lumpuh total ataupun meninggal.
Umumnya, stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu:
- Stroke Iskemik: Ini adalah jenis stroke yang paling umum, terjadi karena penyumbatan yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol (plak) di arteri.
- Stroke Hemoragik: Jenis stroke yang jarang terjadi, tapi ketika terjadi akan lebih mematikan. Bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, aneurisma atau bahkan kelainan pembuluh darah.
Lain penyumbatan di otak, lain juga penyumbatan yang terjadi pada jantung. Ini yang terjadi ketika penyumbatan terjadi pada saluran darah jantung.
Apa Itu Serangan Jantung?
Berdasarkan data WHO, penyakit jantung adalah penyebab kematian pertama di dunia. Prevalensi orang yang mengalami serangan jantung adalah lebih dari 17 juta di tahun 2021. Cukup tinggi nggak sih gap-nya kalau dibandingkan stroke?
Yang mengerikan adalah, sebagian besar serangan jantung terjadi tanpa gejala. Maksudnya, kadang-kadang kita merasa bahwa kita sehat-sehat saja, tapi ternyata tubuh kita telah menimbun hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya serangan jantung. Menyebabkan aliran darah ke otot jantung terhambat sehingga otot jantung nggak bisa memompa lagi. Apa saja penyebab terjadinya serangan jantung?
- Penumpukan plak: Lemak kolesterol (plak) yang menumpuk jika dibiarkan terlalu lama akan menghambat laju aliran darah ke jantung, terutama pada saluran arteri koroner sebagai jalan utama yang memasok darah ke jantung.
- Penggumpalan darah: Hal ini biasanya terjadi karena dinding pembuluh darah yang rusak di saluran arteri koroner. Darah yang menggumpal akan membuat laju darah terhambat dan lama kelamaan akan menghentikan aliran darah ke jantung sepenuhnya.
Cukup banyak kejadian serangan jantung yang terjadi tanpa gejala. Hal yang bisa kita usahakan selain menjalani pola hidup yang sehat adalah memahami apa yang terjadi pada tubuh kita. Terutama pada gejala dan indikasi yang memungkinkan terjadinya serangan jantung. Penting bagi kita untuk tau dan sadar sebagai hal yang wajib kita waspadai.
Perbedaan Gejala Stroke dan dan Serangan Jantung
Kamu wajib paham kalau stroke dan serangan jantung termasuk dalam “kondisi darurat medis”. Berarti, kalau hal ini terjadi ke kamu harus membutuhkan penanganan cepat. Semakin cepat kamu ditangani, semakin kecil kemungkinan untuk mendapatkan kerusakan otak atau jantung yang lebih kompleks dan permanen.
Makanya, hal yang paling bisa kita usahakan adalah mengerti ciri-ciri dan gejala yang terjadi ketika muncul.
Gejala Stroke
Gejala stroke biasanya muncul secara tiba-tiba. Durasi seseorang bisa mengalami stroke bisa terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa hari. Gejala umum stroke biasanya meliputi:
- Mati rasa pada wajah, lengan, kaki atau bagian satu sisi tubuh: Terjadi karena alirah darah ke bagian otak yang mengendalikan tubuh terhambat
- Kebingungan dan sulit bicara: Terjadi karena aliran darah bagian otak yang mengendalikan bahasa terhambat
- Kesulitan menelan: Biasanya terjadi sesaat telah mengalami kelumpuhan sementara lalu otak kurang mendapatkan pasokan darah untuk memerintah,
- Kehilangan keseimbangan: Pasokan darah ke otak bagian belakang kurang sehingga tubuh akan terasa lebih ringan dan mudah gontai.
- Sakit kepala parah tiba-tiba: Peningkatan tekanan darah di dalam otak, biasanya disertai mual dan muntah
Gejala Serangan Jantung
Kondisi darurat ini juga muncul secara mendadak dan tiba-tiba. Walaupun setiap orang punya kondisi munculnya gejala yang berbeda akan tetapi ciri-ciri di bawah ini yang paling umum terjadi. Durasinya hanya berlangsung beberapa menit atau dalam hitungan jam.
- Nyeri dada yang sesak dan perih: Alirah pada otot jantung terhambat, biasanya ditandai cara bernapas yang tersenggal-senggal.
- Mati rasa di bagian tubuh atas: Akibat dari aliran darah yang kurang terdistribusi sehingga tubuh bagian atas mati rasa.
- Sesak napas: Seperti nyeri dada, napas yang tersengal-sengal adalah bukti sesak napas karena jantung berusaha lebih ekstra untuk mendapatkan pasokan oksigen dengan segera.
- Pusing hingga pingsan: Terjadi karena kurangnya pasokan darah ke otak. Penderita akan merasakan kepala yang terasa ringan dan disertai mual dan muntah, lalu berujung ke kehilangan kesadaran.
Tips Mencegah Serangan Jantung dan Stroke
Mencegah penyakit jantung dan stroke bukan hal yang mustahil kok, asalkan kita benar-benar berkomitmen dalam menjalaninya. Satu-satunya cara yang harus dan bisa kita lakukan adalah mengubah gaya hidup dengan yang lebih sehat. Cara-cara di bawah ini adalah komitmen yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
- Olahraga secara teratur: Meningkatkan dan mengaktifkan keseluruhan organ dan anggota tubuh untuk bergerak, sehingga aliran darah akan terdistribusi dengan baik ke seluruh tubuh.
- Menjaga berat badan: Nggak terlalu kurus, dan juga nggak terlalu gemuk. Pastikan lemak dan otot dalam tubuh seimbang untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak.
- Mengelola stress: Stress terbukti dapat meningkatkan tekanan darah. Kelola stress sebaik mungkin dan alihkan energimu ke hal-hal yang produktif.
- Makan makanan tinggi serat: Makanan tinggi serat terbukti bisa mengikat lemak di dalam usus halus dan akan diolah hati sehingga kolesterol dalam darah akan berkurang. Selain itu, makanan sumber serat seperti Hotto Purto yang terbuat dari 15 macam biji-bjian dan kacang-kacangan juga memiliki kandungan HDL yang tinggi sehingga bisa mengurangi kolesterol LDL sebagai penyebab plak dalam darah.
- Rajin check-up: Mulai sadar kalau check-up bisa kamu jadikan rutinitas untuk mengontrol apa yang terjadi dalam tubuhmu. Tips dari Minto lakukan setiap satu tahun sekali.
Stroke dan serangan jantung adalah penyakit yang sangat bisa mengancam nyawa. Entah itu secara tiba-tiba atau karena terbiasa dengan pola hidup buruk kita. Cermati gejalanya, dan terapkan hidup sehat seperti tips di atas agar risiko terkena serangan jantung dan stroke semakin rendah.
