Ngaku, siapa yang kalau puasa jadi malas kerja? Baru jam 9 pagi udah lemas, mata berat, jadi susah fokus kerja. Banyak yang berpikir bahwa puasa bikin produktivitas kita menurun. Padahal nyatanya, ilmuwan islam zaman dulu justru tetap produktif saat puasa! Contohnya, Ibnu Sina yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern yang tetap berkarya sambil jalani ibadah puasa.
Bahkan, sekarang ada penelitian yang menyatakan bahwa “puasa dapat menaikkan kadar Brain-derived neurotrophic factor (BDNF) yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, daya konsentrasi, dan daya ingat”. Tapi, kenapa ya hal ini bisa berbeda sekali dengan masyarakat zaman sekarang? Yuk, kita kulik semuanya di artikel ini.
Benarkah Puasa Menurunkan Produktivitas?
Jawabannya, belum tentu. Faktanya, tingkat produktivitas saat puasa bergantung pada bagaimana seseorang mengatur pola makan dan aktivitasnya selama puasa. Menurut National Library of Medicine, puasa dapat meningkatkan produksi Brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan melepaskan hormon serotonin atau sering disebut hormon kebahagiaan.
Jika pola makan kita selama puasa baik, maka puasa justru dapat meningkatkan fokus dan produktivitas selama puasa. Disisi lain, kalau asupan makannya sembarangan dan pola tidur berantakan, maka sulit untuk produktif selama puasa karena tubuh kelelahan dan terbebani dengan kondisi tersebut.
Kuncinya adalah disiplin. Disiplin terhadap pola makan dan waktu yang kita jalani selama bulan Ramadan ini. Ada banyak ilmuwan muslim yang bisa kita jadikan contoh di bulan Ramadan tahun ini.
Cerita Ilmuwan Muslim Tetap Produktif Saat Puasa
Ada banyak ilmuwan muslim yang tetap produktif walaupun sedang berpuasa. Berikut beberapa contoh ilmuwan yang bisa jadi inspirasi, antara lain:
- Ibnu Sina (980-1037 M)
Dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern karena kontribusinya yang luar biasa di bidang kedokteran. Telah menghasilkan kurang lebih 450 karya, salah satunya The Canon of Medicine yang menjadi pedoman kedokteran sampai saat ini.
Menurutnya puasa adalah terapi kesehatan yang efektif, dapat memperbaiki masalah dalam tubuh yang disebabkan oleh kesalahan pola makan. Ada cerita kalau Ibnu Sina terbiasa melakukan puasa sebagai gaya hidupnya, karena dapat meningkatkan daya berpikir jernih.
- Al-Khawarizmi (780-850 M)
Ada yang suka matematika? Ilmuwan muslim satu ini dikenal sebagai Bapak Aljabar atas kontribusinya di bidang matematika, astronomi, dan geografi. Beliau adalah orang pertama yang memperkenalkan konsep angka nol dan dasar-dasar aljabar yang kita pelajari saat ini!
Sebagai umat muslim, Beliau tetap menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi produktivitasnya saat bekerja di House of Wisdom.
- Ibnu Khaldun (1332-1406 M)
Ilmuwan sosiolog muslim, dikenal dengan karya bukunya Muqaddimah yang membahas teori peradaban manusia terbentuk dan berkembang yang mempengaruhi dinamika sosial, ekonomi, dan politik. Beliau adalah ilmuwan muslim yang lahir di bulan Ramadan.
Para ilmuwan ini membuktikan bahwa puasa tidak menjadi penghalang untuk produktif, bahkan bisa menjadi sumber energi dan kesempatan untuk disiplin diri.
Kenapa Puasa Zaman Sekarang Kurang Produktif?
Tak bisa dipungkiri, saat ini ada banyak distraksi yang menghambat kita untuk produktif. Bukan hanya dari lingkungan saja, tapi kebiasaan sehari-hari yang memengaruhi kesehatan juga punya pengaruh yang besar. Berikut beberapa diantaranya:
- Kebiasaan Makan Sembarangan
Zaman dulu ilmuwan terbiasa makan makanan bernutrisi, seperti kurma, madu, gandum. Berbeda dengan kita sekarang, ada banyak makanan tinggi gula, lemak dan karbohidrat yang bikin gula darah cepat naik turun, akhirnya badan pun mudah lelah dan tidak fokus.
- Terbiasa Begadang
Kebiasaan begadang, kerja sampai larut malam membuat tubuh kurang istirahat dan merasa lemas keesokan harinya. Terutama di bulan Ramadan, harus bangun dini hari untuk sahur dan lanjut bekerja di pagi hari. Perubahan jam tidur ini dapat berdampak langsung pada tubuh. Itulah kenapa kita perlu meniru kebiasaan disiplin para ilmuwan agar tetap produktif.
- Terlalu Banyak Distraksi
Tak bisa dipungkiri, di perkembangan digital ini membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di dunia online. Kebiasaan scrolling handphone, binge-watching, main game sudah menjadi hal yang biasa. Lama kelamaan berefek pada time-focus kita, jadi mudah terdistraksi.
- Beda Mindset
Kebanyakan orang berpuasa saat ini melihat mindset sebagai ‘kewajiban’, sehingga menjalaninya dengan perasaan beban. Sedangkan, ilmuwan muslim dahulu melihat puasa sebagai ibadah untuk meningkatkan nilai kehidupan secara keseluruhan. Jadi, fokus untuk memperbaiki diri dengan hari-hari yang produktif.
- Kurang Disiplin Waktu
Rutinitas kerja yang terlalu padat, ditambah keingintahuan yang tinggi terhadap informasi di digital seringkali mengganggu fokus kita. Di zaman sekarang, kalau tidak buka handphone sehari rasanya akan ketinggalan banyak berita.Tanpa disadari, kita menjadi ketergantungan dan menurunkan produktivitas sehari-hari.
- Lingkungan yang Tidak Kondusif
Sayangnya di zaman sekarang, sulit sekali mencari lingkungan yang kondusif. Suasana tempat kita bekerja sangat penting untuk mendukung kita bisa berkonsentrasi, terutama saat puasa. Tempat yang dapat didatangi lebih terbatas.
Cara Agar Produktif Saat Puasa
Meskipun banyak hal berubah dari zaman dulu. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita ikuti dari kebiasaan ilmuwan muslim dahulu, antara lain:
Baca Juga: Ingin Tetap Fokus dan Berenergi Saat Puasa? Ikuti Tips Ini
- Pastikan Sahur dan Berbuka Penuh Nutrisi
Sahur jangan asal kenyang! Pastikan kebutuhan serat, protein, dan karbohidrat kompleks terpenuhi. Terutama serat untuk melindungi lambung dari iritasi akibat perut kosong yang terlalu lama. Saat berbuka juga hindari takjil yang terlalu manis dan makan terlalu banyak agar asam lambung tidak naik.
Alternatifnya, minum Hotto Purto. Mengandung gula alami yang terbuat dari biji-bijian, kacang-kacangan dan ubi ungu yang berserat tinggi untuk melapisi lambung dan pencernaan kamu selama puasa.
- Pintar Manajemen Waktu
Harus bisa membagi hari dengan cermat antara waktu untuk bekerja, beristirahat, dan beribadah. Jadwal yang terstruktur membantu mengoptimalkan setiap menit yang ada. Buat daftar prioritas pekerjaan, kerjakan pekerjaan berat di pagi hari saat energi masih banyak.
- Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Kualitas tidur yang baik adalah kunci produktivitas. Karena harus bangun pagi untuk sahur, sebaiknya tidur lebih awal agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Hindari distraksi yang dapat mengganggu kualitas tidur.
- Luruskan Niat Ibadah
Ingat, puasa itu adalah ibadah. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi ini adalah momen untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan motivasi spiritual, tubuh lebih mudah untuk disiplin selama puasa. Mendatangkan ketenangan batin yang berefek pada fokus dan produktivitas seseorang.
Kesimpulan
Dari ilmuwan muslim zaman dahulu, kita bisa belajar bahwa puasa bukanlah penghalang untuk jalani hidup lebih produktif. Dengan perubahan sederhana dalam pola makan dan manajemen waktu, puasa bisa menjadi momen untuk meningkatkan fokus, kreativitas, dan kesehatan tubuh kita. Jadi, yuk jadikan bulan puasa ini sebagai kesempatan untuk lebih fokus, lebih sehat, dan jadi versi diri kita yang lebih baik!