Kenali Sindrom Iritasi Usus (IBS): Bukan Sekadar Sakit Perut

Kenali Sindrom Iritasi Usus (IBS) Bukan Sekadar Sakit Perut
Sindrom Iritasi Usus (IBS) Gejala dan Cara Mengelolanya

Perut tiba-tiba sakit, kembung, bolak balik ke toilet–seringkali disangka cuma diare. Mungkin kita akan menyalahkan makanan pedas tadi siang, atau hanya mengira ini masalah pencernaan biasa. Tapi, hati-hati! Kalau keluhan ini muncul berulang tanpa alasan yang jelas, bisa jadi ini adalah gejala Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS/ Irritable Bowel Syndrome). 

Di Indonesia sendiri, penderita IBS terus meningkat–walaupun hanya sebagian kecil yang benar-benar mendapatkan diagnosis medis. Gejalanya yang mirip dengan masalah pencernaan lain, seperti GERD atau dispepsia, membuat orang menyepelekannya. Padahal, IBS bisa jadi ‘nightmare’ yang akan membuat hidup kamu nggak nyaman. Nah, untuk informasi selengkapnya, simak artikel ini!

Gejala IBS

IBS (Irritable Bowel Syndrome) lebih dari sekadar sakit perut. IBS atau sindrom iritasi usus besar adalah gangguan pencernaan yang terjadi pada usus besar. Menimbulkan beberapa gejala, seperti: 

  • Nyeri atau kram perut
  • Perut kembung
  • Sering BAB (diare)
  • Sulit BAB (sembelit)
  • Campuran diare dan konstipasi (BAB terasa tidak selesai)
  • Lendir pada feses

IBS memang bukan penyakit yang mengancam nyawa karena tidak merusak jaringan pada usus, tapi gejala yang kamu anggap sepele ini akan terus menghantui kamu selama bertahun-tahun kalau tidak diatasi dengan benar. Makanya, tenaga medis sering menyebut IBS sebagai penyakit kronis yang terus mengganggu sampai memengaruhi kualitas hidup penderitanya. 

Biasanya IBS juga disertai gejala lain, seperti kelelahan, sakit kepala, nyeri punggung, susah tidur, cemas, atau bahkan depresi. Jika kamu merasakan gejala di atas terus menerus, patut dicurigai sebagai keluhan IBS. 

Kenapa Harus Mengenali IBS?

Karena IBS akan sangat mengganggu keseharianmu. Bayangkan aja, di tengah beraktivitas tiba-tiba perut mules–dan ini bukan kejadian sekali-dua kali. Nggak heran, banyak penderita IBS akhirnya takut pergi jauh dari rumah. Bahkan, menurut data dari National Library of Medicine, IBS merupakan salah satu alasan orang absen kerja maupun sekolah. Jadi ini bukan cuma soal masalah pencernaan, tapi juga soal kehidupan sosial dan kesehatan mental kita juga.

Perbedaan IBS dengan Masalah Pencernaan Lain

Serupa tapi tak sama. Secara umum, IBS memang tidak jauh berbeda dengan gejala masalah pencernaan GERD, maag, dan lainnya. Tapi, jika dilihat lebih dalam, ada beberapa perbedaan jelas diantara ketiganya. Berikut contoh perbedaan IBS, GERD, dan maag yang bisa menjadi acuan:

Masalah PencernaanLokasi KeluhanGejalaPemeriksaan Medis
IBSUsus besarPerut nyeri, kram, kembung, BAB tidak teraturHasil terlihat normal
GERDLambung & kerongkonganAsam lambung naik, dada panas, perut perihTerlihat iritasi melalui endoskopi
Maag (dispepsia)LambungMual, perut perih, kembungTerlihat peradangan

Perbedaan IBS yang paling menonjol adalah BAB yang tidak teratur. Biasanya karena ada gangguan pada usus besar, BAB jadi terlalu lancar sampai diare atau bahkan bisa sembelit. Jadi, meskipun saat pemeriksaan medis (endoskopi) jaringan usus tampak normal, tapi sensitivitas usus kamu sangat tinggi. Mudah sekali terganggu.

Baca Juga: Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) vs Radang Usus (IBD), Mana yang Lebih Berbahaya?

Alasan kenapa IBS sulit sekali didiagnosa oleh penderitanya karena kebiasaan self-diagnose, banyak diantara kita yang mengaitkan rasa nggak nyaman di perut dengan sakit maag/ GERD. Bahkan, beberapa diantaranya menganggap ini sebagai ‘masuk angin’ biasa. Sayangnya, banyak orang yang belum familiar dengan penyakit IBS. Jadi, saat gejalanya muncul akan dianggap sebagai sakit perut biasa. 

Ketidaktahuan kita terhadap IBS ini membawa beberapa dampak buruk pada tubuh, sebagai berikut:

  • Bergantung pada obat maag/ lambung terus menerus, padahal bukan akar permasalahannya
  • Stres dan cemas karena perut terus bermasalah tanpa tau penyebabnya
  • Tidak nyaman berkegiatan, terutama saat keluar rumah
Penyebab IBS

Penyebab IBS

Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya IBS. Tapi, karena permasalahannya ada di usus, maka diduga ada kaitannya dengan sistem pencernaan. Contohnya, beberapa faktor di bawah ini:

  • Usus jadi lebih sensitif, sehingga lebih reaktif terhadap pergerakan makanan. Hal inilah yang menyebabkan kamu sering bolak balik ke toilet
  • Keseimbangan bakteri di dalam usus terganggu, sehingga mengganggu sistem pencernaan
  • Ada riwayat infeksi pencernaan, sehingga usus lebih sensitif
  • Stres dan cemas berlebihan yang mempengaruhi kesehatan pencernaan 
  • Pola makan yang buruk, seperti jarang makan serat, sering makan pedas, makanan instan, dan makan tidak teratur

Biasanya perempuan lebih rentan terkena IBS dibandingkan laki-laki, diduga karena sebelum atau sesudah menopause ada terapi estrogen yang dapat meningkatkan risiko IBS. Meski begitu, faktanya diagnosis IBS pada perempuan jauh lebih sulit karena gejalanya mirip dengan keluhan menstruasi. 

Cara Mengelola IBS

Memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan IBS sepenuhnya, kabar baiknya masalah ini bisa dikontrol. Selama kamu menjalani pola hidup sehat dan menjaga sistem pencernaan, IBS akan jarang kambuh. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Ubah Pola Makan Lebih Sehat

Hindari makanan yang memicu asam lambung naik, seperti kafein, makanan pedas, olahan, berlemak, gluten, dan sebagainya. Pastikan asupan serat harian selalu terpenuhi, terutama jika gejala sembelit IBS muncul. Serat pun bisa melindungi pencernaan kamu tidak mudah iritasi. Usahakan untuk selalu makan teratur dengan porsi kecil tapi sering, agar perut tidak kosong.

Baca Juga: Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Makanan Super Ini!
  1. Belajar Manajemen Stres

Usahakan pikiran tidak mudah stres. Kamu bisa melakukan aktivitas yang disukai atau luangkan waktu untuk meditasi, olahraga ringan, atau liburan. Jika diperlukan, konsultasi dengan tenaga profesional juga dianjurkan. 

  1. Minum Obat secara Teratur

Untuk beberapa kasus, pemberian obat harus dilakukan oleh dokter. Misalnya, obat untuk mengatasi nyeri perut atau obat pencahar untuk sembelit. Tapi, ingat! Jangan bergantung pada obat, karena akar permasalahannya ada di pola hidup kamu. Selama pola hidup masih berantakan, gejala IBS akan terus muncul. 

Cara Mengelola IBS

Kesimpulan

IBS adalah masalah pencernaan yang sering tidak disadari karena gejalanya yang mirip dengan penyakit lain. Padahal, proses pengobatannya berbeda dan dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup kamu. Kalau kamu sering mengalami masalah perut tanpa alasan jelas dan terjadi terus menerus, segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat. Sebenarnya untuk IBS sendiri, kuncinya bukan hanya pada obat dokter, tapi bagaimana kita bisa menjaga pola hidup sehat setiap hari.

You might also like...