Perut mual, sulit menelan makanan, hingga muntah–seringkali dikeluhkan oleh ibu hamil. Banyak yang mengira mual dan muntah saat hamil itu hal biasa. Tapi hati-hati, bisa jadi itu bukan sekadar morning sickness, melainkan gejala GERD yang tidak kita sadari.
Menurut jurnal dari National Library of Medicine, ibu hamil lebih rentan terkena GERD walaupun tidak memiliki riwayat sebelumnya. Penelitian menunjukkan, sekitar 36,1% ibu hamil mulai merasakan gejala GERD di trimester kedua, dan meningkat menjadi 51,2% di trimester ketiga. Hal ini terjadi karena perubahan hormonal, maupun tekanan perut yang membesar. Jika tidak segera ditangani, akibatnya dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
Oleh karenanya, yuk kenali gejala GERD saat hamil, penyebabnya, dan cara mencegahnya agar masa kehamilan tetap nyaman dan lancar!
Apakah Wajar Asam Lambung Naik Saat Hamil?
Jangan panik, asam lambung naik adalah hal yang wajar terjadi saat hamil. Hal ini karena adanya perubahan hormon dan bentuk tubuh saat kehamilan. Berdasarkan jurnal National Library of Medicine di atas, semakin berkembangnya janin, maka semakin besar juga kemungkinan ibu hamil terkena GERD. Posisi rahim melebar yang membuat lambung tertekan dan terdorong ke atas hingga kerongkongan.
Tapi, bukan berarti GERD tidak akan muncul saat trimester pertama kehamilan. Justru saat ini kita harus jeli membedakan mual akibat GERD dan mual akibat bawaan hormon awal kehamilan. Penyebab GERD pun beragam, bukan cuma karena tekanan lambung dan perubahan hormon saja!
Penyebab Asam Lambung Naik Saat Hamil
Untuk mengetahui cara mengatasinya, kita harus tahu terlebih dahulu penyebabnya. Berikut beberapa diantaranya:
- Perubahan Hormonal
Ibu hamil pasti mengalami perubahan hormonal yang memengaruhi banyak hal dalam tubuh, termasuk naiknya asam lambung. Khususnya hormon progesteron yang dapat melemahkan kekuatan otot sfingter esofagus, sehingga katup pembatas terbuka dan cairan asam pun naik ke kerongkongan.
- Tekanan Fisik
Biasanya, perubahan hormonal itu diperparah dengan tekanan pada lambung. Semakin besar ukuran janin, maka semakin besar pula ukuran rahim yang menekan lambung. Tekanan ini membuat cairan asam lambung terdorong naik ke kerongkongan, terutama saat posisi tubuh tiduran.
- Sistem Pencernaan Melambat
Peningkatan hormon progesteron, membuat otot-otot di seluruh tubuh lebih rileks. Termasuk sistem pencernaan, sehingga pergerakan usus pun melambat dan makanan lebih lama berada di lambung. Hal inilah yang memicu asam lambung naik.
- Perubahan Pola Makan
Selama masa kehamilan, nafsu makan ibu hamil berubah. Tak jarang menimbulkan nafsu makan yang tinggi hingga dikenal sebagai ngidam. Ngidam ibu hamil beraneka ragam, bisa jenis makanan yang ternyata memicu asam lambung atau bahkan jumlah banyak. Konsumsi makan dalam jumlah banyak sekaligus ini dapat memperburuk gejala asam lambung.
- Stress Saat Hamil
Ibu hamil ngga boleh stres. Pernyataan ini bukannya tanpa alasan, pikiran stres dapat mengganggu kinerja sistem pencernaan. Melepaskan lebih banyak hormon kortisol (stres) yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Jadi, usahakan ibu hamil memikirkan hal-hal yang senang aja ya!
Gejala Asam Lambung Naik Saat Hamil
Terlihat sekilas gejala asam lambung naik saat hamil dan non-hamil tidak jauh berbeda. Tapi kalau dikulik lebih dalam ada perbedaan yang cukup signifikan. Saat tidak hamil, biasanya mual dan muntah terjadi setelah makan. Hal ini karena konsumsi makanan dan minuman yang memicu asam lambung naik.
Sedangkan, saat hamil, mual dan muntah ini bisa terjadi kapan aja. Bisa juga disertai morning sickness karena perubahan hormon. Kalau gejala mual ini disertai sensasi terbakar di dada, kemungkinan besar ini pasti gejala GERD. Untuk lebih lengkapnya, lihat perbedaan gejala di bawah ini:
| GEJALA GERD SAAT HAMIL & NON-HAMIL | |
| HAMIL | NON HAMIL |
| Sensasi panas di dada (heartburn) | Mual & muntah disertai morning sickness |
| Nyeri dada | Sensasi panas di dada (heartburn) |
| Mulut asam dan pahit | Perut begah dan kembung |
| Batuk kronis | Sering sendawa |
| Sesak nafas | Sulit tidur karena perut ngga nyaman |
| Sulit menelan | Mulut asam dan pahit |
Dampak GERD pada Ibu Hamil dan Janin
GERD yang dibiarkan terus menerus bisa berdampak serius, baik untuk ibu dan janin. Bukan cuma mengganggu kenyamanan sehari-hari, tapi juga menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Berikut beberapa diantaranya:
- Tidak Nyaman Beraktivitas
Sensasi terbakar di dada, mual, perut begah. Semua gejala GERD ini akan membuat aktivitas sehari-hari lebih berat. Bahkan, nafsu makan akan menurun dan membuat tubuh jadi lemas.
- Berkembang Jadi Komplikasi Serius
Jika tidak ditangani dengan baik, GERD bisa berkembang menjadi peradangan di kerongkongan (esofagitis), susah menelan (striktur esofagus), dan meningkatkan risiko kanker lambung (Barrett’s Esophagus).
- Dampak pada Janin
Meskipun tidak langsung, tapi komplikasi GERD dapat menurunkan kondisi ibu yang akhirnya memengaruhi kesehatan janin. Berat badan lahir rendah ataupun kemungkinan kelahiran prematur meningkat.
Cara Mencegah Asam Lambung Naik Saat Hamil
Meskipun asam lambung naik wajar terjadi saat masa kehamilan, bukan berarti harus dibiarkan. Ada beberapa cara yang bisa bantu mencegah kenaikan asam lambung, yaitu:
- Makan Porsi Kecil Tapi Sering
Hindari makan dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik makan dengan porsi kecil tapi sering untuk mencegah perut kekenyangan dan tekanan pada lambung meningkat.
- Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Hindari makanan pedas, asam, gorengan, dan berkafein karena bisa memicu naiknya asam lambung. Terutama ibu hamil, beberapa makanan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.
Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Ampuh Sembuhkan Asam Lambung
- Posisi Kepala Lebih Tinggi
Saat tidur lebih baik gunakan bantal yang tinggi, sehingga posisi kepala lebih tinggi dibandingkan lambung untuk mencegah cairan asam naik ke kerongkongan.
- Dilarang Tidur Setelah Makan
Tunggu dulu sampai semua makanan selesai dicerna, setidaknya 2-3 jam setelah makan, baru boleh tidur. Posisi tidur setelah makan akan memicu asam lambung naik.
- Kenakan Pakaian Longgar
Hindari pakaian ketat yang menekan perut, karena bisa mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Gunakan pakaian longgar agar tubuh terasa lebih nyaman dan bebas bergerak.
- Minum Multigrain Hangat, seperti Hotto
Minuman multigrain yang kaya serat bisa bantu menenangkan lambung dan melancarkan pencernaan, terutama saat kehamilan. Kandungan 6 gram serat dalam Hotto Purto dapat menyerap asam lambung berlebih dan melindungi dinding lambung dari iritasi. Terbuat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan ubi ungu alami yang aman diminum oleh ibu hamil.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Jika keluhan asam lambung terus menerus muncul dan memburuk, maka segera periksa ke dokter. Ibu hamil tidak boleh sembarangan konsumsi obat asam lambung, seperti omeprazole atau antasida tertentu. Oleh karena itu, lebih baik langsung konsultasikan kondisi ibu hamil dengan tenaga medis profesional.
Kesimpulan
Kenaikan asam lambung atau GERD saat hamil memang wajar, tapi jika dibiarkan dapat berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya. Perubahan gaya hidup sehat dapat mencegah timbulnya gejala GERD, mulai dari pola makan sehat, posisi tidur, dan pilihan pakaian. Jangan lupa segera konsultasikan ke dokter jika gejala GERD semakin memburuk.


