Pengobatan diabetes tidak jauh-jauh dari suntikan insulin dan obat-obatan medis. Tetapi tahukah kamu kalau diabetes bisa dikontrol dengan cara alami tanpa bergantung pada obat?
Caranya tidak melulu soal pantang makan ini dan itu, tetapi memilih cara hidup yang bisa membantu menstabilkan gula darah. Khusus di artikel ini, mari pahami sama-sama solusi alami untuk mengendalikan diabetes!
Apa yang Terjadi Jika Terkena Diabetes?
Menurut dr. Rizal Fadli dari Halodoc, diabetes adalah penyakit akibat hiperglikemia atau kondisi kadar gula darah (glukosa) yang tinggi.
Normalnya tubuh menyerap glukosa untuk diolah menjadi energi bagi sel-sel tubuh. Namun pada penderita diabetes, tubuh tak mampu menyerap glukosa ke dalam sel, sehingga glukosa terjebak dan menumpuk di aliran darah.
Bayangkan kondisi ini sebagai kemacetan lalu lintas, di mana glukosa terus berdatangan, namun glukosa tidak bisa terurai keluar karena pintu ke dalam sel yang tidak terbuka.
Akibatnya glukosa menumpuk dan berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan, karena tubuh tak mampu mendistribusikannya ke sel-sel yang membutuhkan.
Penderita diabetes rentan kelelahan akibat kegagalan tubuh dalam mengolah glukosa menjadi energi.
Ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan pasokan energi yang cukup, tubuh mulai memecah protein otot dan lemak sebagai sumber energi alternatif. Dampaknya penderitanya mengalami penurunan berat badan.
Tips Mengontrol Diabetes Tanpa Obat-obatan
Bagi penderita diabetes, menjalani terapi insulin dan konsumsi obat-obatan pengontrol gula darah pasti sudah menjadi rutinitas sehari-hari.
Namun tahukah kalau masih ada cara mengontrol gula darah tanpa bergantung pada obat? Sebelum itu, pastikan konsultasi dengan dokter dulu:
Minum Air Rebusan Kemangi
Dalam buku “The American Diabetes Association: Guide to Herbs and Nutritional Supplements”, kemangi dianggap memiliki kemampuan dalam meningkatkan fungsi insulin dalam tubuh.
Ini berkat kandungan eugenol, sejenis antioksidan yang membantu mengurangi peradangan sel-sel tubuh akibat resistensi insulin. Sel-sel yang meradang tidak mampu berinteraksi dengan insulin karena reseptor yang terganggu.
Dalam hal ini kemangi membantu mengurangi peradangan pada sel-sel tersebut, memperbaiki fungsinya supaya sel-sel tubuh bisa berinteraksi lebih baik dengan insulin. Pada gilirannya ini membantu tubuh menyerap gula darah.
Untuk itu, penderita diabetes disarankan mengonsumsi air rebusan daun kemangi sebanyak satu gelas setiap hari. Berdasarkan buku tersebut, minum air rebusan kemangi secara rutin bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
Memilih Jenis Karbohidrat yang Dikonsumsi
Karbohidrat ada dua jenis, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Penderita diabetes perlu membatasi asupan karbohidrat sederhana, karena rantai molekulnya yang pendek cepat dicerna oleh tubuh. Hal ini akan menyebabkan lonjakan gula darah tiba-tiba.
Oleh karena itu, penderita diabetes perlu membatasi asupan sumber karbohidrat sederhana, seperti minuman manis, permen, kue manis, sirup, nasi putih, roti putih, dan gula.
Sebaliknya penderita diabetes penting untuk memasukkan karbohidrat kompleks ke piring makan. Karbohidrat kompleks mempunyai rantai molekul yang lebih panjang dan lebih lambat dicerna tubuh, sehingga pelepasan gula darah terjadi secara bertahap dan terkontrol.
Beberapa sumber karbohidrat kompleks yang disarankan meliputi kacang merah, kacang hijau, sayuran hijau, oat, barley, malt cereal, roti gandum, biji lentil, nasi merah, dan lainnya.
Mengonsumsi Bawang Putih
Sebuah artikel oleh Dinas Kesehatan, menyarankan konsumsi bawang putih untuk penderita diabetes. Bawang putih dianggap bagus untuk menurunkan gula darah berkat zat sulfoxide di dalamnya.
Sulfoxide adalah senyawa yang bisa meningkatkan sensitivitas insulin, yaitu hormon yang mengatur sel-sel tubuh dalam menyerap glukosa, sehingga membantu mengurangi risiko penumpukan glukosa dalam aliran darah.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, penderita diabetes bisa langsung mengonsumsi tiga siung bawang putih mentah sekali makan. Penting mengonsumsinya dalam kondisi mentah supaya nutrisi di dalamnya tidak berubah.
Mendapatkan Tidur yang Cukup
Penderita diabetes perlu mendapatkan tidur yang cukup supaya kondisinya tidak semakin parah. Jurnal yang berjudul “The Link Between Sleeping and Type 2 Diabetes” membahas bahwa tidur yang cukup membantu tubuh mengontrol kadar glukosa.
Selama tidur, tubuh akan menyerap glukosa ke dalam sel-sel untuk digunakan sebagai sumber energi bagi organ-organ tubuh.
Kurang tidur dapat mengganggu proses tersebut, sehingga gula darah tidak terserap dengan baik oleh tubuh. Oleh karena itu, mulailah bangun rutinitas tidur minimal 8 jam setiap hari bagi orang dewasa.
Meningkatkan Konsumsi Serat
Dalam artikel oleh VeryWellHealth.com, penderita diabetes disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat.
Serat membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga glukosa dari makanan dilepaskan secara bertahap, ini penting supaya tidak memicu lonjakan gula darah tiba-tiba, sehingga tubuh tidak terbebani untuk menyerapnya
Contoh sumber serat yang tinggi meliputi biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan. Namun, kalau kamu ingin cara praktis untuk mendapatkan manfaat serat dari perpaduan makanan tersebut, Hotto Purto bisa menjadi pilihan yang tepat.
Hotto Purto mengandung 6 gram serat per sajian yang berasal dari gabungan 15 jenis multigrain kaya nutrisi, seperti biji chia, oat, kedelai, barley, kacang merah, wijen hitam, dan lainnya.
Kombinasi ini menjadikannya sebagai sumber serat yang bagus untuk memperlambat pencernaan, sehingga membantu menstabilkan kadar gula darah.
Kesimpulan
Melalui tips-tips yang tadi disebutkan, penderita diabetes bisa membangun pola hidup yang lebih sesuai untuk menjaga kestabilan gula darah. Namun jangan jadikan tips-tips ini sebagai pengganti obat.
Tips-tips ini hanya membantu pengontrolan gula darah, sehingga lebih maksimal kalau diiringi dengan terapi insulin dan konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter. Sebelum menjalani tips-tips ini, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja pantangan bagi penderita diabetes?
Penderita diabetes perlu membatasi konsumsi karbohidrat sederhana, yaitu makanan yang identik dengan rasa manis. Karbohidrat sederhana cepat diserap oleh tubuh, sehingga bisa menyebabkan lonjakan gula darah. Akibatnya tubuh akan terbebani untuk menyerap glukosa yang berdatangan sekaligus banyak. Contoh karbohidrat sederhana yang perlu dibatasi yaitu soda, kue, permen, roti putih, nasi putih, alkohol, mangga dan pisang.
Makanan apa yang dapat membantu penderita diabetes menambah berat badan?
Penderita diabetes hendaknya mengonsumsi makanan tinggi protein tetapi rendah gula. Protein bisa meningkatkan massa otot, sehingga berguna untuk menambah berat badan. Contoh makanan tinggi protein dan rendah gula yaitu kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang tanah, lentils, dan almond. Kacang-kacangan kaya akan lemak sehat, protein dan kalori yang bagus untuk menambah berat badan. Selain itu, ikan berlemak seperti salmon dan tuna juga bagus karena kandungan lemak sehat dan protein.
Buah apa saja yang tidak boleh dimakan penderita diabetes?
Penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi buah tinggi gula, karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah tiba-tiba. Beberapa buah yang perlu dibatasi atau dihindari penderita diabetes contohnya pisang, mangga, melon, kurma, nanas, dan anggur. Buah-buahan tersebut tergolong karbohidrat sederhana yang membuatnya cepat dicerna sekaligus cepat menyebabkan lonjakan gula darah. Sebagai alternatif, penderita diabetes bisa mengonsumsi buah rendah gula seperti stroberi, pir, dan apel.