Almond: Sahabat Setia Jantung Sehat

Almond: Sahabat Setia Jantung Sehat

Meski ukurannya kecil, tetapi khasiatnya besar untuk kesehatan. Sudah lama almond dikenal sebagai makanan sehat karena rendah kalori. Padahal manfaatnya lebih dari itu, salah satunya memelihara kesehatan jantung.

Tetapi sudahkah kamu tau apa kandungan nutrisi yang membuat jantung lebih sehat? Kalau belum, mari simak manfaat almond bagi kesehatan dan cara mengonsumsinya supaya nutrisinya tetap terjaga!

Sekilas tentang Almond

Almond adalah makanan yang sering dijuluki sebagai ‘Raja Kacang’. Hal ini berkat kandungan vitamin E dan lemak sehat yang tinggi, sehingga dipercaya dapat memelihara kesehatan jantung apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Bentuknya lonjong, warnanya cokelat muda dengan permukaannya sedikit bertekstur. Kacang ini berasal dari pohon badam atau nama lainnya Prunus dulcis.

Kalau dimakan dalam bentuk kacang utuh, almond memiliki rasa gurih yang khas dan sedikit manis. Kacang ini juga sering diolah menjadi produk susu, mentega, minyak, bahkan tepung.

gambar tengah 1 2

Kandungan Nutrisi

Melansir penelitian oleh USDA Food Data Central, setiap 100 gram almond mengandung beberapa nutrisi berikut:

NutrisiJumlah (per 100 gram)
Serat12,5 gram
Lemak 49,9 gram
Protein21,2 gram
Kalsium269 mg
Magnesium280 mg
Kalium 733 mg
Energi579 kkal
Karbohidrat21,6 gram
Natrium1 mg

Manfaat Almond bagi Kesehatan

Kamu mungkin hanya tau kalau kacang ini adalah makanan sehat, tetapi apakah kamu tahu bagaimana kacang ini menyehatkan tubuh? Kalau belum, yuk simak pembahasan berikut yang dirangkum dari beberapa sumber:

  • Memelihara Kesehatan Jantung

Jantung adalah organ penting yang fungsinya memompa darah ke seluruh anggota tubuh. Melansir artikel oleh Healthline, kulit almond kaya akan antioksidan. Zat tersebut membantu mencegah oksidasi LDL. 

Apabila ini terjadi, reaksi oksidasi tersebut memicu pengerasan pembuluh darah atau atherosclerosis. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berujung pada penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah ke jantung.

  • Mengurangi Kadar Kolesterol Jahat

Dalam The American Journal of Clinical Nutrition, diungkap bahwa kacang ini terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Hal ini karena adanya kandungan lemak baik yang membantu meningkatkan produksi HDL.

Kadar serat yang tinggi di dalamnya juga membantu menyerap kolesterol berlebih dari sistem pencernaan. Dengan begitu tubuh tidak sempat menyebarkan kelebihan kolesterol tersebut ke peredaran darah.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya
  • Mengontrol Rasa Lapar

Kacang ini kaya akan protein dan serat. Perpaduan dari keduanya membuat perut terasa kenyang lebih lama. Sebuah penelitian pada 2013 yang dipublikasikan di PubMed memperkuat fakta tersebut.

Di penelitian tersebut, seluruh subjek diminta mengonsumsi 43 gram almond setiap harinya selama 4 minggu. Hasilnya, sebanyak 137 subjek mengungkap bahwa dirinya mengalami pengurangan nafsu makan.

  • Menjaga Kestabilan Gula Darah

Almond tinggi akan magnesium dan serat. Berdasarkan artikel dari National Institutes of Health, magnesium adalah mineral yang tubuh butuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi, salah satunya mengontrol gula darah.

Hal ini karena magnesium membantu mengurangi risiko resistensi insulin. Dengan begitu, sel-sel tubuh dapat menyerap gula darah dengan baik.

  • Merawat Kesehatan Sel-sel Kulit

Vitamin E adalah sejenis antioksidan yang fungsi utamanya melindungi kesehatan sel-sel dan jaringan tubuh. Berdasarkan artikel yang ditinjau oleh dr. Fadhli Rizal Makarim, setiap 100 gr almond mengandung vitamin E sebanyak 25,63 mg.

Bagi kesehatan kulit, vitamin E membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini serta peradangan pada sel. 

Temuan ini didukung oleh penelitian terhadap 800 subjek yang dimuat dalam Advances in Nutrition. Hasilnya konsumsi sebanyak 60 gr almond setiap hari membantu mengurangi dua tanda peradangan di dalam tubuh individu.

Gambar utama 2 2

Cara Mengonsumsi Almond

Supaya nutrisinya tetap terjaga, kacang ini sebaiknya diolah dengan cara yang tepat. Adapun cara mengolah almond yang direkomendasikan, di antaranya:

  • Taburan Salad: Potongan almond mentah maupun panggang cocok dijadikan taburan di atas salad untuk penambah rasa gurih dan nutrisi.
  • Campuran Smoothie: Campur kacang ini dengan bahan smoothie lain, seperti susu, pisang, protein whey, dan lainnya agar teksturnya bertambah kental.
  • Dipanggang sebagai Camilan: Kalau kamu tak mau ribet, cukup panggang kacang ini dalam oven dengan sedikit garam. Rasanya gurih dan teksturnya renyah.
  • Diolah menjadi Susu: Opsi lain yaitu menghaluskannya dengan air dan pemanis alami (madu atau kurma), maka kamu akan mendapatkan susu almond homemade.
  • Isian Biskuit atau Kue: Kamu juga bisa menjadikannya sebagai penambah tekstur dan rasa dengan mencampurkan irisan almond ke adonan kue atau biskuit. Saat matang, kacang ini akan menambah aroma.

Efek Kebanyakan Makan Almond

Melansir artikel dari eMedicine Health, terlalu banyak konsumsi almond justru menyebabkan efek samping. Meski kacang ini kaya akan serat, kelebihan serat justru berpotensi mengalami konstipasi, apalagi kalau tidak diiringi dengan minum air putih yang cukup.

Serat yang berlebih juga sangat mungkin menyerap zat-zat penting lain, seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan zinc. Efek lainnya yang mungkin kamu belum tahu yaitu overdosis vitamin E sampai-sampai dampaknya menyebabkan gangguan pembekuan darah.

Rekomendasi Produk Olahan Almond Siap Minum

Selain dibuat menjadi produk olahan seperti susu, almond seringkali digabung bersama biji-bijian lain menjadi suatu produk multigrain. Nutrisinya pun semakin kaya dengan tambahan serat, mineral, dan vitamin lainnya. 

gambar tambahan 2

Salah satu produk multigrain dengan kandungan almond yaitu Hotto Multigrain. Minuman ini mengandung 0% lemak trans sehingga membantu mengurangi risiko timbulnya plak pada pembuluh darah. Kalau mau tahu manfaat lain dari minuman ini, kunjungi Secangkir Hotto!

Baca Juga: Ubi Ungu: Rahasia Kesehatan di Balik Warna Ungu yang Menakjubkan

FAQ

Apakah almond bisa menyebabkan kenaikan berat badan?

Berdasarkan artikel dari Siloam Hospitals, kacang ini tidak menyebabkan kenaikan berat badan kalau dikonsumsi dalam porsi normal. Pasalnya jumlah karbohidrat yang tinggi di dalamnya diiringi dengan kadar serat yang tinggi juga.

Berapa banyak almond yang boleh dikonsumsi dalam sehari?

Dr. Sruthi melalui artikelnya Medicine Net menganjurkan hanya konsumsi 1 ounce atau 28-29 gram. Kalau dihitung, jumlah tersebut setara dengan 20-23 butir kacang.

Apakah almond aman untuk penderita alergi kacang?

Tidak, karena kacang ini mungkin memicu reaksi pada penderita alergi kacang. Kalau kamu merasakan sesak napas, ruam, atau pembengkakan pada pada bagian tubuh tertentu setelah makan almond, segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan.

Bagaimana cara memilih almond yang berkualitas?

Saat memilih almond utuh, pilih yang warnanya cokelat tua, tidak berjamur, tidak bau tengik, dan renyah saat dihancurkan. Jika memungkinkan, cari almond dengan label bebas pestisida supaya lebih aman dikonsumsi tubuh.

You might also like...