
Salah satu nutrisi yang penting untuk tubuh adalah protein. Perannya banyak, mulai dari memproduksi enzim dan hormon, meningkatkan sistem imunitas tubuh, hingga memperbaiki jaringan otot. Nggak heran buat yang aktif olahraga, membutuhkan asupan protein yang lebih banyak untuk membentuk otot.
Tapi, dibalik pentingnya protein, banyak beredar informasi yang belum tentu benar. Nah, di artikel ini kita akan membahas berbagai mitos dan fakta seputar protein agar kamu bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal.
Mitos dan Fakta Protein
- Untuk Penuhi Asupan Protein Harus Makan Daging
Mitos. Daging memang memiliki protein dengan asam amino lengkap, tapi protein juga ada loh dari sumber nabati. Contohnya edamame dan kacang kedelai. Kamu juga bisa kombinasikan berbagai sumber protein nabati untuk bisa mencukupi asam amino esensial. Jadi, buat kamu yang vegan nggak perlu khawatir kekurangan nutrisi protein.
- Diet Tinggi Protein Bikin Sakit Ginjal
Mitos. Buat kamu dengan ginjal sehat, diet tinggi protein belum tentu langsung bikin ginjal rusak. Memang benar, kelebihan protein akan menghasilkan zat sisa seperti urea dan keton, terutama kalau kamu membatasi asupan karbohidratnya. Tapi, ginjal yang sehat bisa membuangnya tanpa masalah.
Baca Juga: 10 Tips Diet yang Dijamin Berhasil
Menurut Institute of Medicine (US) juga, tidak ada alasan untuk membatasi asupan protein saat kondisi tubuh sehat demi melindungi ginjal. Lain cerita, kalau ginjal kamu ada masalah. Diet tinggi protein bisa bikin kondisi memburuk.
- Protein Hewani Lebih Baik Dibanding Protein Nabati
Mitos. Banyak yang mengira protein hewani itu lebih baik karena mengandung asam amino lengkap. Padahal, protein nabati juga bisa penuhi semua asam amino asalkan dikombinasikan dengan tepat.
Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Protein nabati bisa berikan kamu tambahan serat, sementara konsumsi daging berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena kolesterol. Kamu harus kombinasikan keduanya untuk mendapatkan manfaat protein secara maksimal.
- Makan Protein Bikin Cepat Gemuk
Mitos. Justru sebaliknya, protein bisa bikin kamu kenyang lebih lama. Protein nabati misalnya, dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga perut terasa penuh dan nafsu makan pun menurun. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah kontrol berat badan tanpa harus tersiksa menahan lapar.

- Setiap Orang Butuh Suplemen Protein
Mitos. Suplemen itu sifatnya ‘tambahan’ saja. Kalau dari makanan sehari-hari aja udah cukup, kamu nggak perlu minum suplemen. Lagi pula, lebih baik pilih sumber protein dari bahan-bahan alami dibandingkan yang ada campuran kimianya, seperti suplemen. Contohnya, kamu bisa tambahkan Hotto Mame sebagai camilan sehat di sela-sela waktu makan yang kaya protein sekaligus ngenyangin.
- Protein Hanya Dibutuhkan Oleh Atlet
Mitos. Semua orang butuh protein, nggak cuma atlet. Protein itu penting untuk pembentukan hormon, enzim, dan regenerasi sel. Bahkan orang yang jarang olahraga pun tetap butuh protein untuk mendukung proses metabolisme dan menjaga imunitas tubuh kamu. Jadi, pastikan kebutuhan protein harian kamu terpenuhi ya!
- Protein Nabati Tidak Bisa Membentuk Otot
Mitos. Faktanya, sebagian protein nabati juga punya 9 asam amino esensial yang sama dengan protein hewani. Contohnya, edamame dan kedelai. Hanya saja, porsi protein nabati biasanya harus lebih banyak dibandingkan protein hewani. Tapi, manfaat yang didapatkan sama asalkan jumlahnya cukup.
- Protein Bisa Bikin Tubuh Dehidrasi
Fakta. Kelebihan protein memang bisa memicu buang air kecil lebih sering. Soalnya, level nitrogen dalam tubuh lebih tinggi, sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membuang nitrogen ini. Jadi, kalau kamu lagi diet tinggi protein, pastikan minum air 2-3 liter per hari agar tubuh tetap terhidrasi.
Baca Juga: Isolat Whey Protein: Sumber Protein Berkualitas Tinggi
- Whey Protein Lebih Baik
Belum tentu. Buat kamu yang ngegym, pasti udah nggak asing dengan whey protein. Sumber protein yang praktis dan populer karena cepat diserap oleh tubuh. Tapi bukan berarti minum whey protein saja cukup, kamu juga butuh sumber protein lainnya untuk memastikan seluruh kebutuhan nutrisi harian terpenuhi. Mulai dari vitamin, serat, mineral yang belum tentu terkandung dalam whey protein.
- Lebih Banyak Protein, Lebih Banyak Otot
Mitos. Tubuh memang membutuhkan protein untuk membentuk otot, tapi kamu tetap membutuhkan bantuan olahraga terutama latihan beban. Saat berolahraga, serat otot akan rusak dan protein berperan memperbaikinya. Nah, proses perbaikan inilah yang membuat otot menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Sedangkan, kalau kamu makan lebih banyak protein melebihi kebutuhan harian kamu, tidak akan meningkatkan massa otot. Bahkan, bisa memberikan risiko buruk ke kesehatan kamu dalam jangka panjang.
Cara Memenuhi Kebutuhan Protein Harian
Setelah mengetahui mitos dan fakta seputar protein, pertanyaan berikutnya adalah gimana caranya kita bisa penuhi kebutuhan protein harian? Kuncinya itu bukan cuma soal makan banyak protein, tapi juga kombinasikan dengan nutrisi lain sesuai kebutuhan tubuh. Berikut beberapa cara yang bisa kamu ikuti, antara lain:
- Kombinasikan Berbagai Sumber Protein
Jangan cuma mengandalkan satu sumber protein aja. Lebih baik kamu kombinasikan protein hewani dengan protein nabati untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Misalnya, pagi hari kamu makan telur dengan susu. Siang harinya kamu makan dada ayam pakai quinoa dan tempe. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan bonus asupan serat dari quinoa, dan tempe juga.
- Perhatikan Kebutuhan Tubuh Sendiri
Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik kamu. Buat yang aktif olahraga, tentu membutuhkan protein yang lebih banyak dibandingkan yang tidak. Sama halnya kalau kamu sedang program bentuk otot, menurut penelitian setidaknya butuh 1,2 – 2 gram protein per kilogram berat badan.

- Ganti Camilan Kamu dengan Hotto Mame
Selain dari makanan berat, kamu juga bisa penuhi protein dari camilan sehat. Daripada ngemil gorengan atau snack tinggi gula, mending minum Hotto Mame aja yang tinggi protein dan serat. Minuman multigrain dengan edamame ini bisa kasih kamu 9 asam amino esensial dan ada tambahan whey proteinnya! Bikin perut kenyang lebih lama dan jaga energi kamu tetap stabil. Kalorinya juga kecil, cuma 120 aja. Cocok banget diminum di waktu sela-sela makan.
Kesimpulan
Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh semua orang, bukan cuma atlet atau orang yang aktif olahraga saja. Tapi juga kamu yang jarang berolahraga juga. Karena pada dasarnya, protein dibutuhkan untuk mendukung proses metabolisme dalam tubuh. Sayangnya, masih banyak mitos seputar protein yang beredar dan bikin orang salah kaprah. Dengan mengetahui fakta ilmiahnya, kamu bisa mengatur pola makan yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
FAQ
Berapa banyak protein yang harus dikonsumsi dalam sehari?
Untuk orang dewasa rata-rata membutuhkan 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Sedangkan, buat kamu yang aktif olahraga lebih besar sekitar 1,2 – 2 gram protein per kilogram. Misalnya, berat badan kamu 60 kg maka kebutuhan protein harian kamu sebesar 48 gram.
60 kg x 0.8 kg = 48 gram protein
Apakah tanda-tanda tubuh saya kekurangan protein?
Tanda-tandanya bisa berupa rambut rontok, otot melemah, mudah sakit, kuku mudah patah, tidur tidak nyenyak, dan mood tidak stabil. Kalau kamu merasakan tanda-tanda ini, segera tambah asupan protein harian kamu.
Apakah vegan bisa mendapatkan asupan protein secara maksimal?
Bisa. Asalkan kamu kombinasikan sumber protein nabati untuk mencukupi asam amino esensial secara lengkap dan cukupi asupan protein sesuai kebutuhan harian kamu. Bisa dengan ganti nasi dengan lentil atau quinoa dan perbanyak konsumsi biji-bijian dan ganti camilan dengan Hotto Mame.
