Sembelit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sembelit Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Penyebab Sembelit

Pernah kesulitan buang air besar (BAB) sampai perut terasa begah? Bisa jadi itu sembelit. Sembelit adalah kondisi ketika BAB tidak lancar atau kurang dari 3 kali seminggu. Meski begitu, setiap orang punya frekuensi BAB yang berbeda-beda. 

Kondisi ini wajar sekali terjadi, terutama buat kita yang kurang asupan serat. Bukan hanya serat, sembelit juga dapat disebabkan oleh pola makan tidak sehat, stres, atau bahkan gejala dari kondisi medis tertentu. Jika dibiarkan terlalu lama, sembelit dapat meningkatkan risiko wasir hingga gangguan pencernaan lain. Jangan anggap sepele! Yuk, cek cara mengatasinya di artikel ini.

Penyebab Sembelit

Ada banyak banget penyebab seseorang jadi sulit buang air besar (BAB). Beberapa diantaranya sebagai berikut:

Baca Juga: 5 Hal Penyebab Sembelit, BAB Jadi Sulit

1. Kurang makan serat

Siapa nih yang malas makan sayur? Awas jadi susah BAB. Soalnya, tubuh membutuhkan serat untuk melunakkan feses dan melancarkan pencernaan. Jadi, buat yang kurang suka makan sayur, buah, kacang-kacangan yang tinggi serat biasanya akan lebih sulit untuk buang air besar. 

2. Kurang cairan

Kurang minum air putih dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit. Soalnya ketika tubuh kekurangan cairan, usus akan menyerap lebih banyak air dari feses, sehingga menjadi kering dan sulit untuk dikeluarkan.

3. Kurang aktivitas fisik

Tim mager yang suka berbaring atau kurang gerak juga bisa menjadi alasan kamu sembelit. Minim aktivitas membuat gerakan usus (peristaltik) melambat, sehingga feses tidak terdorong dengan baik ke luar. 

4. Makanan yang memicu sembelit

Makanan pun dapat menjadi penyebab sembelit, seperti produk olahan susu karena seseorang yang intoleransi terhadap laktosa. Bisa juga karena makanan yang mengandung gluten, seperti roti dan pasta–yang mempunyai intoleransi gluten sehingga sulit untuk buang air besar.

5. Efek samping obat-obatan

Sembelit juga dapat terjadi karena efek samping dari obat-obatan. Contohnya obat antihipertensi yang dapat memperlambat pergerakan usus, sehingga memicu terjadinya sembelit. Jika kamu mengalami ini, lebih baik konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Kehamilan

Selama hamil, hormon progesteron ibu akan meningkat yang menyebabkan otot-otot usus menjadi lebih rileks dan bergerak lebih lambat. Hasilnya? Feses jadi lebih lama di usus deh. 

7. Kebiasaan menahan buang air besar

Jangan biasakan menahan buang air besar! Jika feses dibiarkan terlalu lama dalam usus, akibatnya akan mengeras dan sulit dikeluarkan. Akhirnya, dapat menyebabkan sembelit.

Kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko timbulnya wasir, gangguan otot panggul, atau bahkan masalah lain.

Gejala Sembelit

Gejala Sembelit

Setiap orang mengalami gejala sembelit yang berbeda-beda. Tapi, umumnya kamu akan mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Buang air besar kurang dari 3 kali seminggu
  2. Kesulitan buang air besar
  3. Feses keras dan kering
  4. Perut kembung dan mulas
  5. Merasa tidak puas setelah buang air besar 

Normalnya, buang air besar bisa 3 kali sehari hingga 3 kali seminggu dengan feses lunak dan mudah dikeluarkan. Tapi, kalau sudah mengalami gejala di atas, ini tandanya kamu sembelit! Apalagi kalau sering kambuh, bisa jadi kamu terkena sembelit kronis yang perlu segera diatasi.

Diagnosis Sembelit

Untuk beberapa kasus, sembelit perlu diperiksa lebih lanjut untuk menemukan penyebab pastinya apa. Dengan begitu, dokter bisa memberikan perawatan yang tepat. Biasanya, diagnosis sembelit dilakukan dengan 3 (tiga) cara berikut:

1. Anamnesis 

Pertanyaan yang berhubungan dengan riwayat kesehatan. Misalnya, dokter akan menanyakan tentang kebiasaan buang air besar, pola makan, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan, dan lainnya yang dapat mempengaruhi pencernaan.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi perut atau bahkan rektum untuk mengetahui apakah ada gangguan pada otot, feses mengeras, atau tanda-tanda lainnya. 

3. Pemeriksaan penunjang 

Jika sembelit tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama, dokter bisa melakukan tes tambahan, seperti tes darah, rontgen, dan kolonoskopi. 

Cara Mengatasi Sembelit

Jangan khawatir, ada banyak cara untuk mengatasi sembelit. Kunci ada pada perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, sehingga pencernaan kembali lancar. Yuk, ikuti beberapa cara mengatasi sembelit di bawah ini:

Baca Juga: Selamat Tinggal, Masalah Perut! Tips Cerdas Menjaga Pencernaan Sehat

1. Perubahan Gaya Hidup Lebih Sehat

Agar sembelit tidak datang lagi, kamu perlu ubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Mulai dari perbanyak makan sayur dan buah-buahan, minum banyak air putih, hingga rutin olahraga. Kalau kamu khawatir asupan serat tidak terpenuhi, minum Hotto solusinya. Minuman multigrain dengan ubi ungu ini mengandung 6 gram serat yang bisa penuhi 22% asupan serat harianmu. 

2. Minum Obat Sembelit

Jika sudah terlanjur sembelit, obat pencahar bisa menjadi cara tercepat melunakkan feses dan melancarkan buang air besar. Beberapa jenis obat pencahar dapat dibeli tanpa resep di apotek. Tapi, sebaiknya tetap gunakan sesuai anjuran dokter agar tidak ketergantungan.

3. Pengobatan Medis

Jika sembelit disebabkan oleh kondisi medis tertentu, lebih baik konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi sembelit. Pada kasus yang parah, mungkin diperlukan tindakan medis, seperti enema atau bahkan operasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sembelit memang umum terjadi dan mudah diatasi dengan mengubah pola hidup atau minum obat. Tapi, dalam beberapa kasus, sembelit merupakan tanda masalah kesehatan lain. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami ciri-ciri sembelit di bawah ini:

  1. Jika sudah hidup sehat, tapi sembelit tidak kunjung sembuh
  2. Jika sembelit berlangsung lebih dari beberapa minggu
  3. Jika feses berdarah atau berwarna hitam pekat
  4. Jika ada nyeri perut yang parah
  5. Jika nafsu makan menurun, disertai mual muntah
  6. Jika ada perubahan kebiasaan buang air besar yang signifikan

Kesimpulan

Sembelit adalah masalah pencernaan yang dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti perbanyak makan serat, minum air putih, dan rutin berolahraga. 

Gambar Produk hotto purto

Butuh solusi sembelit yang praktis? Minum Hotto aja. Minuman multigrain kaya serat yang membantu melancarkan buang air besar kamu. Jika sembelit tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

FAQ

Apakah sembelit berbahaya?

Meskipun tidak berbahaya, sembelit dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sembelit bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu yang lama. 

Bagaimana cara mengatasi sembelit saat hamil?

Untuk ibu hamil, lebih baik mengatasi sembelit dengan perbanyak konsumsi serat. Ingat! Jika ingin minum obat, lebih baik konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Apakah kopi bisa menyebabkan sembelit?

Ya. Walaupun kopi dikenal sebagai pencahar alami, untuk beberapa orang kopi bisa menyebabkan sembelit. Kandungan kafeinnya dapat memperlambat pergerakan usus, terutama bagi kamu yang memiliki sensitivitas terhadap kafein. Campuran susu atau creamer dalam kopi juga bisa menyebabkan sembelit bagi seseorang yang intoleransi laktosa.

Makanan apa saja yang harus dihindari saat sembelit?

Hindari makanan yang dapat memperlambat pergerakan usus, membuat feses lebih keras, dan menyebabkan tubuh dehidrasi. Contohnya, roti, pasta, junk food, susu, sosis, soda, dan sebagainya.

You might also like...