Puasa dapat menjadi tantangan bagi penderita diabetes karena harus menjaga gula darah tetap stabil di tengah perubahan pola makan dan aktivitas. Perubahan ini bisa memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Hal yang paling ditakuti adalah lonjakan gula darah setelah berbuka dan penurunan drastis saat siang hari. Akibatnya, tubuh lemas dan kurang bertenaga.
Bahkan, tak jarang penderita diabetes harus membatalkan puasa karena gula darah yang terlalu rendah. Namun, bukan berarti tidak bisa berpuasa sama sekali! Dengan memilih menu sahur dan berbuka yang tepat, menjaga asupan cairan, dan tetap aktif beraktivitas, gula darah akan lebih seimbang. Lalu, bagaimana cara penderita diabetes dapat menjalani puasa dengan aman dan lancar?
Apakah Penderita Diabetes Boleh Berpuasa?
Pertama-tama, kita harus tau tidak semua penderita diabetes diperbolehkan berpuasa. Bagi sebagian penderita diabetes, puasa bermanfaat dan aman untuk dijalani. Namun, bagi beberapa yang lain, berpuasa mempunyai risiko kesehatan yang tinggi. Ada studi dari The International Islamic Fiqh Academy dan The Islamic Organization for Medical Sciences, yang mengklasifikasikan tingkat diabetes untuk menentukan apakah seseorang dianjurkan puasa atau tidak, sebagai berikut:
- Tingkat Risiko Rendah
Pasien diabetes yang terkontrol dengan diet dan obat-obatan. Boleh berpuasa selama kadar HbA1C <7%.
- Tingkat Risiko Sedang
Pasien diabetes yang terkontrol dengan diet, obat-obatan, atau insulin kerja pendek. Boleh berpuasa tapi perlu diperhatikan pola makannya dan kadar HbA1C <8%.
- Tingkat Risiko Tinggi
Pasien yang diperbolehkan tidak berpuasa karena kondisi medis sebagai berikut:
- Kadar gula darah sebelum puasa 180-300mg/dL
- Kadar HbA1C >10%
- Memiliki riwayat penyakit ginjal maupun kardiovaskular
- Hidup sendirian dan menerima pengobatan dengan suntik insulin atau obat pengontrol gula darah lain
- Lansia (usia 60 tahun ke atas)
- Pasien menjalani pengobatan medis dan mempengaruhi kesehatannya.
- Tingkat Risiko Sangat Tinggi
Pasien yang dianjurkan tidak berpuasa karena kondisi medis sebagai berikut:
- Pasien yang kadar gula darahnya sangat tinggi (hipoglikemia) dalam tiga bulan sebelum bulan Ramadan
- Fluktuasi kadar gula darah berulang dan tidak stabil
- Kesulitan mengontrol diabetes dalam jangka waktu yang lama
- Pasien diabetes tipe 1 dan menderita penyakit lainnya
- Pasien yang mengalami Ketoasidosis Diabetik
- Pasien yang mengalami diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional)
Jika ragu, konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih baik. Dalam ajaran Islam sendiri diperbolehkan tidak berpuasa jika membahayakan kondisi kesehatan. Dengan cara meng-qadha atau membayar fidyah.
Tips Aman Puasa dengan Diabetes
Agar dapat berpuasa dengan lancar, ikuti tips aman berpuasa bagi penderita diabetes di bawah ini:
Baca Juga: Mengontrol Diabetes Tanpa Obat-obatan, Ini 5 Tipsnya!
- Konsultasi dengan Dokter
Sebelum mulai puasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk diperiksa kondisi medis secara mendalam. Apakah dianjurkan untuk berpuasa atau tidak? Karena tiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda.
- Pilih Makanan yang Tepat
Pemilihan makanan penting sekali untuk menjaga gula darah tetap stabil. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti susu dan mie instan karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah.
Saat berbuka, hindari takjil yang manis dan mengandung gula olahan. Jika ingin manis, ganti dengan kurma atau buah-buahan yang memiliki gula alami.
- Pantau Gula Darah Secara Teratur
Selalu cek gula darah secara teratur, mulai dari sahur, siang hari, sore hari, dan setelah berbuka puasa. Jika kadar gula darah terlalu rendah/ hipoglikemia (<70mg/dL) atau terlalu tinggi/ hiperglikemia (>300mg/dL) segera hubungi dokter sebagai pertimbangan perlu membatalkan puasa atau tidak.
- Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Jangan lupa penuhi asupan serat harian! Karena serat dapat memperlambat penyerapan glukosa, sehingga membantu kadar gula darah tetap stabil. Serat juga menimbulkan rasa kenyang lebih lama, bisa bantu jaga energi seharian!
Contoh makanan serat tinggi: Ubi ungu, oatmeal, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Atau kamu juga bisa minum Hotto Purto, minuman multigrain dengan 6 gram serat yang setara dengan 3 apel. Dikombinasikan dengan oat beta glucan yang terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
- Minum Banyak Air
Wajib banyak minum air saat sahur dan berbuka! Hal ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Penderita diabetes tidak boleh dehidrasi karena dehidrasi dapat meningkatkan glukosa, sehingga kadar gula darah cenderung lebih tinggi. Jangan lupa minum air sebelum tidur agar tubuh selalu terhidrasi.
- Minum Obat Dokter
Selalu minum obat diabetes yang sudah diresepkan oleh dokter. Hal ini untuk mencegah terjadinya penurunan atau kenaikan kadar gula darah dalam tubuh. Apabila ada penyesuaian dosis selama puasa, lebih baik konsultasikan ulang kepada dokter.
- Batalkan Puasa Jika Perlu
Kapan kita harus membatalkan puasa? Jika kadar gula darah terlalu rendah/ hipoglikemia (<70mg/dL) atau terlalu tinggi/ hiperglikemia (>300mg/dL). Tubuh terlalu lemas, gemetar, dan berkeringat. Disarankan untuk segera membatalkan puasa.
Kesimpulan
Puasa dapat menjadi tantangan bagi penderita diabetes. Namun, dengan persiapan yang matang, penderita diabetes dapat menjalani puasa dengan aman dan lancar. Yang terpenting konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi medis masing-masing. Jangan lupa untuk jalani pola makan yang sehat untuk mengontrol gula darah tetap stabil, dan segera batalkan puasa jika merasa badan tidak fit.
FAQ
Apa saja risiko berpuasa bagi penderita diabetes?
Risiko terjadi penurunan kadar gula darah terlalu rendah/ hipoglikemia (<70mg/dL) atau terlalu tinggi/ hiperglikemia (>300mg/dL). Jika ada komplikasi lebih lanjut, dapat menimbulkan ketoasidosis diabetik yang membutuhkan penanganan medis segera. Namun, risiko dan kondisi setiap orang berbeda-beda–lebih baik konsultasikan ke dokter sebelum berpuasa.
Bagaimana cara mencegah hipoglikemia saat puasa?
Caranya mulai jalani pola hidup sehat! Rutin minum obat dari dokter, pilih makanan yang bernutrisi, hindari makanan dengan gula olahan, perbanyak makan serat, dan minum air yang cukup.
Apakah saya boleh makan kurma saat berbuka jika diabetes?
Ya. Kurma memiliki gula alami dengan indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan gula darah tiba-tiba melonjak naik selama dikonsumsi tidak berlebihan. Kurma juga berserat tinggi yang dapat memberikan kenyang lebih lama agar tidak makan berlebihan saat makan berat nanti.
Adakah tips khusus untuk penderita diabetes tipe 1 yang ingin berpuasa?
Diperlukan konsultasi khusus dengan dokter. Mulai dari dosis obat insulin, jadwal makan, cara memantau gula darah, pemilihan makanan dan hal-hal apa saja yang harus dihindari saat puasa. Tapi, ingat! Jika kadar gula darah terlalu rendah/ hipoglikemia (<70mg/dL) atau terlalu tinggi/ hiperglikemia (>300mg/dL), segera berbuka dan konsultasikan ke dokter.

