Sering Disangka Muntah, Ini Tentang Regurgitasi yang Jarang Kamu Tahu

Sering Disangka Muntah, Ini Tentang Regurgitasi yang Jarang Kamu Tahu
Regurgitasi Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tahukah kamu, saat isi perut kita keluar lewat mulut belum tentu disebut muntah? Bisa jadi kondisi tersebut adalah regurgitasi. Nah, apa sih bedanya? Regurgitasi terjadi ketika isi perut naik kembali ke kerongkongan tanpa rasa mual atau kontraksi perut. Contoh paling mudahnya gumoh pada bayi.

Sedangkan, muntah terjadi ketika isi perut dipaksa keluar karena adanya kontraksi otot perut dan disertai rasa mual. Penting banget untuk kita mengetahui perbedaan keduanya! Karena regurgitasi sendiri bisa jadi pertanda adanya masalah pencernaan di dalam tubuh. Yuk, kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi regurgitasi lebih dalam di artikel ini!

Apa Itu Regurgitasi?

Secara medis, regurgitasi adalah aliran naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan tanpa adanya kontraksi otot perut yang kuat. Biasanya dialami oleh bayi kurang dari 1 tahun, dan untuk orang dewasa sering terjadi pada penderita GERD. 

Cara paling mudah membedakan regurgitasi dengan muntah itu dari bentuk cairan yang dikeluarkan. Saat muntah, tekstur makanan tidak terbentuk karena seluruh atau sebagiannya sudah selesai dicerna oleh lambung. Sedangkan regurgitasi, bisa terjadi setelah makan sehingga makanan masih berbentuk dan belum dicerna.

Kenapa Kita Harus Mengenali Regurgitasi?

Sering disepelekan, regurgitasi merupakan tanda adanya masalah pada pencernaan dan jantung kamu. Jadi dengan mengetahui regurgitasi, kamu bisa mencegah adanya komplikasi lebih lanjut terhadap masalah yang sebenarnya terjadi. 

Misalnya, regurgitasi sebagai tanda adanya penyakit lambung GERD. Kalau kamu biarkan, bisa berkembang menjadi komplikasi yang serius, seperti Barrett’s Esophagus (peradangan) atau bahkan kanker. Yang lebih parah, regurgitasi jantung yang terjadi karena melemahnya katup yang berfungsi menjaga darah tetap mengalir. Kondisi ini tentu harus segera mendapatkan penanganan yang serius. 

Penyebab Regurgitasi

Ada banyak penyebab regurgitasi, tergantung dari usia dan kondisi medis setiap orang. Secara umum, berikut beberapa penyebab regurgitasi:

  1. Penyakit GERD 

Penyebab paling umum regurgitasi adalah GERD. Karena salah satu gejala GERD adalah naiknya asam lambung mendorong makanan naik kembali ke kerongkongan. Biasanya terjadi karena konsumsi makanan pemicu asam dan melemahnya katup kerongkongan. 

  1. Hiatal Hernia (Turun Berok Dada)

Masalah lambung bukan hanya GERD saja, tapi juga Hiatal hernia. Kondisi dimana bagian atas lambung menonjol hingga masuk ke rongga dada. Akibatnya, dada terasa nyeri. Lambung yang masuk ke rongga dada itu bisa melemahkan katup esofagus yang seharusnya menghambat cairan asam untuk naik.

  1. Sindrom Ruminasi (Gangguan Makan)

Beberapa orang memiliki sindrom ruminasi, yaitu kelainan langka yang membuat seseorang mengeluarkan makanan yang sudah tertelan, lalu menelannya kembali. Biasanya terjadi pada anak kecil, baju, maupun orang dewasa dengan stress tinggi. 

  1. Sendawa Setelah Makan

Sendawa dan regurgitasi saling berhubungan. Biasanya sering bersendawa dapat memicu terjadinya regurgitasi, apalagi setelah makan terlalu cepat, jumlah besar, atau tiduran setelah makan.

  1. Belum Matangnya Katup Pada Bayi

Bayi di bawah satu tahun, apalagi yang prematur dimana katup kerongkongan masih belum matang. Cenderung terjadi regurgitasi pencernaan. Biasa dikenal sebagai gumoh bayi. Dianggap tidak berbahaya dan akan menghilang seiring bertambahnya usia, kecuali gejala regurgitasi diiringi dengan gejala lain (kesulitan bernapas).

Bedanya Gejala Regurgitasi dengan Muntah

Bedanya Gejala Regurgitasi dengan Muntah

Meskipun sama-sama pengeluaran isi lambung naik hingga ke luar kerongkongan, tapi ada perbedaan untuk mengenali keduanya. Lihat tabel di bawah ini:

RegurgitasiMuntah
Tanpa kontraksi otot perutAdanya kontraksi otot perut
Tidak ada mual, disertai sensasi panas di dada (heartburn)Biasanya selalu diawali mual baru diikuti muntah
Bisa terjadi sering, tergantung seberapa parah kondisi masalahnyaTerjadi karena ada kondisi tertentu, bisa karena infeksi, makanan, stres, dan sebagainya
Cairan terasa asam & pahitCairan terasa asam & pahit
Pemicunya posisi tubuh, GERD, makanan jumlah besarPemicunya infeksi, migrain, mual

Cara Mengatasi Regurgitasi

Regurgitasi dapat diatasi dengan beberapa cara, tergantung penyebabnya. Ada yang harus diatasi dengan obat-obatan, tapi yang pasti perubahan pola hidup tetap harus dilakukan. Karena berhubungan erat dengan sistem pencernaan. 

  1. Penggunaan Obat

Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi produksi asam lambung, jika penyebabnya masalah lambung seperti GERD. Sama seperti regurgitasi jantung, biasanya akan diberikan obat diuretik atau antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah. 

  1. Ubah Pola Hidup Lebih Sehat

Perubahan pola hidup harus dilakukan karena kebiasaan buruk kita dapat memicu terjadinya regurgitasi. Misalnya, makan dengan porsi besar, tidur setelah makan, dan sebagainya. Untuk mulai hidup sehat, kamu bisa lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Makan porsi kecil tapi sering
  • Hindari makanan pemicu asam lambung naik (pedas, asam, kafein)
  • Tidur minimal 2-3 jam setelah makan
  • Hentikan kebiasaan merokok
  • Jaga berat badan tetap ideal
Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres
  1. Penanganan Medis

Untuk kasus berat yang sudah mengganggu kualitas hidup, tindakan medis harus dilakukan. Misalnya, terjadi regurgitasi katup mitral yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras, sehingga dibutuhkan obat-obatan dan operasi untuk memperbaikinya.

Cara Mengatasi Regurgitasi

Kesimpulan

Terlihat serupa, regurgitasi ternyata berbeda dengan muntah. Kondisi regurgitasi bisa menjadi tanda adanya masalah pada tubuh kita. Dengan mengenali gejalanya sedini mungkin, kita bisa mencegah komplikasi lebih lanjut. Perubahan gaya hidup sehat, pola makan yang baik, dan penanganan medis yang tepat dapat mencegah regurgitasi kambuh kembali.

You might also like...